Pemerintahan

Gelar Musda 2026, DMI Bojonegoro Perkuat Sinergi dengan Pemkab

liputanbojonegoro637
×

Gelar Musda 2026, DMI Bojonegoro Perkuat Sinergi dengan Pemkab

Sebarkan artikel ini
BCF64F0C 5276 4349 BBEC 49205BA7DA00

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (29/6/2026).

Forum tertinggi lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk evaluasi program kerja, regenerasi kepemimpinan, sekaligus memperkuat konsolidasi takmir masjid di seluruh pelosok Bojonegoro.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro Hanafi, jajaran Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi Jawa Timur, serta jajaran Forkopimda setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DMI.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi modal utama dalam membangun kehidupan masyarakat Bojonegoro yang religius dan kondusif.

“Selama hampir satu setengah tahun kami menjalankan amanah sebagai Bupati, hubungan dengan DMI berjalan sangat baik. Takmir masjid adalah ujung tombak kami di lapangan,” ujar Setyo Wahono.

Bupati juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma fungsi masjid. Ia berharap masjid di era modern tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan bertransformasi menjadi pusat peradaban, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kerukunan warga.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen penuh mengawal program-program kemasjidan.

Salah satu langkah konkretnya adalah mempertahankan pemberian insentif dan pembinaan bagi marbot serta takmir masjid, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

“Kami juga mendorong percepatan pembentukan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) hingga ke tingkat desa agar sinergi dengan pengurus DMI yang baru bisa berjalan lebih cepat,” kata Nurul.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro saat ini tengah merancang inovasi pelayanan masyarakat yang menyentuh seluruh siklus kehidupan, termasuk penguatan layanan sosial kematian yang berkolaborasi dengan jamaah tahlil dan organisasi kemasjidan di akar rumput.

Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, memaparkan sejumlah capaian strategis yang berhasil ditorehkan oleh kepengurusannya selama masa bakti 2021–2026.

Beberapa program yang sukses diimplementasikan antara lain Bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan manajemen masjid modern serta pembinaan takmir dan marbot, dan Pengembangan konsep masjid ramah lingkungan (eco-masjid), ramah musafir, serta mewujudkan tempat ibadah yang bersih, sehat, dan inklusif bagi semua kalangan.

“Masjid yang makmur lahir dari orang-orang yang beriman dan peduli. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemkab Bojonegoro selama ini,” ungkap Hanafi.

Melalui Musda 2026 ini, DMI Bojonegoro diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang progresif guna mengoptimalkan peran masjid sebagai perekat persatuan masyarakat demi terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.