Pemerintahan

Forkopimcam Kedungadem Bahas PBB Hingga Solusi Parkir Liar

liputanbojonegoro637
×

Forkopimcam Kedungadem Bahas PBB Hingga Solusi Parkir Liar

Sebarkan artikel ini
555688A7 7E61 41F4 A3D7 DC5D0E2EBEF2

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Kedungadem menggelar Rapat Dinas Kepala Desa di Pendopo Balai Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (2/7/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang penting bagi unsur Forkopimcam dan lintas sektor untuk bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial di wilayah tersebut, mulai dari rendahnya capaian pajak hingga masalah keselamatan jalan.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, perwakilan Puskesmas, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Dinas Pendidikan (Diknas), seluruh kepala desa se-Kecamatan Kedungadem, perangkat desa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Camat Kedungadem, Syahlan, memberikan atensi khusus pada realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai masih minim.

Ia mengungkapkan keprihatinannya karena Kecamatan Kedungadem saat ini menempati peringkat keempat terbawah dalam capaian PBB di tingkat Kabupaten Bojonegoro.

“Saya minta kepala desa yang capaian PBB-nya masih rendah agar segera mengingatkan warganya untuk melunasi kewajibannya.

Sekarang pemerintah daerah benar-benar menerapkan efisiensi, sehingga pemerintah desa juga harus melaksanakan efisiensi di segala bidang,” tegas Syahlan.

Di sisi lain, Danramil 0813/Kedungadem, Kapten Suwarto, yang baru sekitar tiga bulan bertugas, memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta rapat.

Dalam penyampaiannya, ia mendorong aparatur desa untuk tidak gagap teknologi di tengah era digitalisasi administrasi pemerintahan saat ini.

Ia menyarankan agar desa-desa memanfaatkan keberadaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kedungadem untuk membantu mentransformasi kemampuan teknologi informasi (IT) perangkat desa.

“Kalau ada mahasiswa KKN di wilayah Kedungadem, manfaatkan mereka untuk mengajari penggunaan IT yang baik. Jujur saja, mereka lebih memahami teknologi dibanding kita. Sekarang semuanya serba digital, mulai dari pemberitaan hingga administrasi pemerintahan,” ujar Kapten Suwarto.

Sementara itu, masalah ketertiban umum dan keselamatan jalan raya turut menjadi bahasan hangat.

Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiswanto, menyoroti maraknya parkir liar di sekitar SMP Negeri 1 Kedungadem yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Mengingat ruas jalan yang sempit, kondisi ini dinilai sangat rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

Sebagai langkah konkret, AKP Mat Suiswanto melemparkan wacana solutif berupa pembangunan fasilitas penunjang baru.

“Daerah itu rawan kecelakaan lalu lintas. Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah membangun rest area. Selain mengurangi parkir liar, keberadaan rest area juga dapat menggerakkan pelaku UMKM,” papar Kapolsek.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa kecelakaan lalu lintas secara umum dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni faktor manusia, kendaraan, serta kondisi jalan dan alam.

Namun, dari ketiga hal tersebut, kelalaian manusia (human error) tetap menjadi penyebab paling mendominasi.

Melalui pelaksanaan rapat dinas lintas sektor ini, Pemerintah Kecamatan Kedungadem berharap komitmen dan sinergi yang terbangun antara Forkopimcam dan pemerintah desa dapat semakin solid.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, mengoptimalkan tata kelola digital, mendongkrak realisasi PBB, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kedungadem.