InfotaimentPemerintahan

Bupati Setyo Wahono Lepas 721 Mahasiswa KKN Unigoro 2026

liputanbojonegoro637
×

Bupati Setyo Wahono Lepas 721 Mahasiswa KKN Unigoro 2026

Sebarkan artikel ini
17E8678D B714 40AD B424 49B553990272

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat sinergi dengan sektor akademis dalam mendorong pembangunan daerah.

Langkah nyata ini ditandai dengan pelepasan resmi ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026 oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Hall Suyitno Unigoro, Selasa (14/7/2026).

KKN tahun ini mengusung tema strategis, “Sustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro”.

Program ini dirancang khusus untuk menyelaraskan upaya menjaga kelestarian ekosistem hutan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Bojonegoro.

Berdasarkan laporan ketua penyelenggara, KKN Unigoro Tahun 2026 diikuti oleh 721 mahasiswa yang terbagi ke dalam dua fokus pengabdian KKN Tematik Kolaboratif (711 Mahasiswa)  Diterjunkan langsung ke 21 desa di 11 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro, dan KKN Internasional (10 Mahasiswa) Dikirim untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di Songkhla, Thailand.

Untuk memastikan program kerja berjalan tepat sasaran, para mahasiswa akan fokus menggarap tujuh isu strategis daerah. Isu tersebut meliputi pelestarian hutan, pengelolaan pertanian, penanggulangan kekeringan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa wisata dan UMKM, hingga optimalisasi potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengapresiasi pemilihan tema KKN Unigoro yang dinilai sangat relevan dengan tantangan riil pembangunan di kawasan hutan selatan saat ini.

Ia mendorong para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu membawa solusi nyata di tengah masyarakat.

“Berikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, sumber air, tanah, dan lingkungan sekitar.

Saya juga sangat berharap potensi lokal yang dimiliki setiap desa dapat dioptimalkan dan dipromosikan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga,” ujar Setyo Wahono.

Sebagai generasi muda yang akrab dengan era digital, Bupati juga meminta para mahasiswa memanfaatkan kekuatan media sosial secara kreatif.

Media sosial diharapkan menjadi alat untuk memperkenalkan potensi wisata, keunikan budaya, hingga produk unggulan UMKM desa di kawasan selatan Bojonegoro agar dikenal lebih luas oleh masyarakat luar.

Lebih lanjut, Bupati Setyo Wahono berharap hasil pengamatan langsung, analisis, serta pendampingan yang dilakukan mahasiswa selama di lapangan tidak berhenti begitu saja.

Laporan KKN tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan ilmiah bagi Pemkab Bojonegoro dalam merumuskan kebijakan pembangunan wilayah hutan di masa mendatang.

Ia juga berpesan agar mahasiswa segera membaur dan membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat sejak hari pertama.

Sebagai simbolis dimulainya masa pengabdian, Bupati Setyo Wahono bersama Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro menyematkan atribut KKN kepada perwakilan peserta KKN Tematik Kolaboratif dan KKN Internasional.

Melalui kolaborasi erat ini, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif demi mewujudkan Bojonegoro yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.