Pemerintahan

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Gandong

liputanbojonegoro637
×

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Gandong

Sebarkan artikel ini
2AD74BCA B73A 479D 8BF5 E5D8EFAA5E75

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Langkah nyata dilakukan dengan menormalisasi Kali Gandong di Kecamatan Purwosari guna menjaga ketersediaan air irigasi di tengah puncak musim kemarau.

Alat berat dikerahkan ke lokasi untuk mengeruk sedimentasi lumpur dan membersihkan semak belukar yang selama ini menyumbat aliran sungai. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi optimal Kali Gandong sebagai sumber pengairan utama.

Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, mengungkapkan bahwa penurunan debit air sungai yang drastis di musim kemarau justru menjadi momentum yang tepat. Menurutnya, pengerukan dapat berjalan jauh lebih maksimal karena kondisi sungai yang hampir mengering.

“Pemerintah berharap normalisasi ini mampu meningkatkan kemampuan pengairan sungai sehingga kebutuhan air pertanian tetap terjaga.

Dengan demikian, produktivitas pertanian masyarakat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Ike.

” Gandong sendiri memegang peran vital bagi hajat hidup para petani di Kecamatan Purwosari.

Sungai yang berhulu di wilayah selatan Bojonegoro—meliputi Kecamatan Sekar, Gondang, dan Temayang—ini merupakan satu-satunya sumber pengairan yang mengaliri sekitar 80 hektare lahan pertanian di tujuh desa, yaitu Desa Purwosari, Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, dan Pelem.

Langkah taktis Pemkab Bojonegoro ini langsung disambut positif oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Ngrejeng, Arif Yanuar Andika, mengonfirmasi bahwa dampak positif dari normalisasi ini sudah mulai dirasakan langsung oleh warga.

“Sebelum dinormalisasi, aliran Kali Gandong terhambat oleh sedimentasi dan semak belukar yang tumbuh lebat, sehingga air sulit mengalir ke lahan pertanian. Setelah dilakukan pembersihan, air dari sumber sungai mulai keluar dan mengalir dengan lancar,” jelas Arif.

Arif berharap agar normalisasi semacam ini dapat dilakukan secara berkala. Dengan begitu, fungsi Kali Gandong sebagai urat nadi pertanian di wilayah Purwosari tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah dapat terus diperkuat dalam jangka panjang.