Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Kabupaten Bojonegoro berhasil menembus jajaran 10 Besar dalam ajang Penilaian PIN Siskamling “Jogo Jawa Timur” tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Capaian ini disukai langsung dengan dilaksanakannya proses verifikasi dan penilaian lapangan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Senin (5/10/2026).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama Kapolres Bojonegoro, jajaran Forkopimca, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan penuh Pemkab Bojonegoro terhadap penguatan partisipasi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan penilaian ini merupakan bagian dari program pembinaan, evaluasi, dan pemberian apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam memperkuat peran Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat (Satgas Linmas) dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah mengungkapkan rasa bangganya atas masuknya Bojonegoro dalam jajaran 10 besar se-Jawa Timur setelah melewati tahap seleksi administrasi yang bergulir sejak Agustus lalu.
Ia menjelaskan bahwa Desa Sukorejo dipilih sebagai lokasi penilaian karena dinilai sebagai “miniatur Bojonegoro”.
“Desa Sukorejo memiliki fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari sarana pendidikan, pusat perbelanjaan, pondok pesantren, rumah sakit, kawasan hiburan dan kuliner, hingga fasilitas transportasi publik utama seperti stasiun kereta api dan terminal bus,” ujar Wabup.
Lebih lanjut, Nurul Azizah menekankan pentingnya sinergitas seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, Linmas memiliki peran vital sebagai benteng awal perlindungan di tingkat tapak.
“Pada dasarnya yang melindungi diri dan lingkungan kita adalah kita sendiri. Di sinilah peran penting Linmas sebagai daya dukung lingkungan.
Kami berharap seluruh kepala desa, perangkat, dan Satlinmas terus bahu-membahu merapatkan sinergi bersama TNI, Polri (Babinsa/Bhabinkamtibmas), serta tokoh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Jatim, M. Subkhan, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata instruksi Gubernur Jawa Timur dalam mengoptimalkan peran Linmas pada penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).
“Penilaian PIN Siskamling tidak hanya melihat Linmas dari satu sisi saja, melainkan bagaimana kolaborasi dan keterpaduan tiga pilar di lapangan berjalan dengan baik. Dan kami melihat potensi serta komitmen kuat itu ada di Kabupaten Bojonegoro,” ungkap M. Subkhan.
Usai acara pembukaan, Tim Penilai melakukan peninjauan dan verifikasi lapangan secara langsung di wilayah Desa Sukorejo.
Terdapat delapan indikator utama yang menjadi fokus evaluasi, antara lain Kondisi Sarana dan Prasarana Pos Kamling, Pelaksanaan Siskamling di Lapangan, Tertib Administrasi Lapangan, Keaktifan Anggota Satlinmas, Tingkat Partisipasi Masyarakat, Sinergitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Inovasi Desa/Kelurahan Terkait Siskamling, dan Keberlanjutan Program dan Inovasi.






