Bojonegoro , Liputanbojonegoro.com— Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengawal dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Hal ini tercermin dalam acara Penyerahan Bantuan Insentif Relokasi Pedagang Pasar Kota (Lama) ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Wisata yang dihelat di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro.
Program bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Dana insentif yang disalurkan bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) yang dikolaborasikan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Bojonegoro.
Dalam penyalurannya, bantuan diberikan secara akuntabel dan langsung kepada para penerima manfaat. Tercatat ada 161 pedagang—yang mencakup 106 jenis toko dan 55 jenis los—yang menerima bantuan tersebut melalui pembukaan buku rekening Bank BRI tanpa ada potongan biaya sepeser pun.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan fisik pasar tidak boleh berdiri sendiri tanpa memikirkan keberlanjutan usaha para pedagang.
Menurutnya, pembangunan pasar wajib berorientasi pada kenyamanan pembeli dan peningkatan omset pedagang.
“Membangun pasar itu tidak cukup hanya fisik bangunannya yang bagus, tetapi harus betul-betul mampu mendatangkan pembeli. Sebab kalau pasarnya dibangun megah tetapi tidak ada pembelinya, ya percuma!” tegas Setyo Wahono.
Bupati juga menambahkan bahwa ke depan, tata kelola manajemen pasar, kerapian zonasi (seperti pemisahan lapak daging, sayur, dan pakaian), hingga pemanfaatan layanan pemesanan berbasis digital (online) akan terus didorong agar pedagang tradisional tetap kompetitif di tengah gempuran ritel modern.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menyampaikan empati mendalam atas dinamika yang dihadapi para pedagang selama masa transisi. Ia mengajak para pedagang untuk bersabar demi tercapainya penataan pasar yang ideal.
“Tujuan kita semua bersama pemerintah adalah menyediakan pasar kota yang bagus, bersih, dan representatif, agar ke depannya dagangan Bapak/Ibu semakin laris, rezeki bertambah, dan membawa keberkahan,” tutur Sally.
Guna memberikan kejelasan masa depan tempat usaha mereka, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama Kepala Dinas PU Cipta Karya, Satito Hadi, turut memaparkan desain dan rencana renovasi Pasar Kota Lama di hadapan para pedagang.
Proyek pembangunan pasar modern yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 ini dirancang khusus untuk menghadirkan fasilitas yang bersih, aman, dan representatif guna mendongkrak daya saing pedagang.
Penyerahan insentif ini menjadi simbol kepedulian dan ikhtiar bersama dalam merawat denyut ekonomi masyarakat Bojonegoro.
Melalui keterbukaan, kesabaran, serta kolaborasi erat antara Pemkab dan para pedagang, proses transisi ini diharapkan berjalan mulus menuju hadirnya Pasar Kota Bojonegoro yang baru, modern, bersih, dan menyejahterakan pada 2027 mendatang. (Prokopim)






