Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Program bantuan budidaya ikan lele melalui inisiatif Lele KOLEGA (Kolam Lele Keluarga) yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu kisah sukses yang mencuat datang dari Khoiri, warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, yang sukses mengembangkan usahanya hingga mandiri.
Perjalanan sukses ini bermula pada Agustus 2025 ketika Khoiri menerima bantuan awal program Lele Kolega berupa dua unit kolam berukuran D2, lengkap dengan pasokan bibit serta pakan lele.
Berbekal fasilitas tersebut, ia mulai merintis budidaya secara bertahap dengan menerapkan manajemen perawatan yang telaten, mulai dari penggantian air kolam secara rutin hingga pemberian pakan yang terjadwal.
Dengan pengelolaan yang baik, siklus budidaya lele tersebut dapat dipanen dalam waktu sekitar dua setengah bulan. Dalam sekali tebar, Khoiri mampu menebar sekitar 10.000 ekor bibit dan menghasilkan panen kurang lebih mencapai satu ton.
Alih-alih menghabiskan seluruh keuntungan penjualannya, Khoiri memilih untuk menyisihkan dan menabung hasil panennya guna memperluas kapasitas usaha.
“Awalnya saya mendapat bantuan dua kolam. Kemudian, hasil panen kedua saya belikan satu kolam lagi. Saya tabung lagi sedikit demi sedikit sampai bisa membeli kolam kedua, dan sekarang saya juga membuat kolam tanah,” ujar Khoiri penuh syukur.
Tidak hanya dari sisi produksi, urusan pemasaran juga berjalan lancar. Khoiri memanfaatkan jaringan komunitas online melalui grup budidaya lele Bojonegoro, yang mempertemukan langsung para pembudidaya dengan para tengkulak.
“Dari grup itu saya tidak kebingungan harus jual kemana,” tambahnya.
Atas pencapaian tersebut, Khoiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro. Ia berharap program serupa dapat terus memotivasi warga lain untuk bangkit dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Untuk teman-teman yang baru menerima program Kolega, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik, dikembangkan sedikit demi sedikit, sehingga dapat menambah perekonomian keluarga dan usahanya semakin maju,” pesannya.
Melalui keberhasilan seperti yang diraih Khoiri, Pemkab Bojonegoro melalui Disnakkan terus berkomitmen mendorong optimalisasi potensi perikanan darat sebagai motor penggerak produktivitas masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.






