Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menerapkan kebijakan bike to work pada Senin, 30 Maret 2026.
Kebijakan ini disambut dengan antusiasme unik oleh para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Program ini ditujukan untuk mendorong pegawai agar lebih aktif dan sehat melalui bersepeda.
Namun, salah satu pegawai, Ahmad Zaki Febriansyah, seorang guru pendidikan jasmani, memilih untuk tidak bersepeda.
Zaki, yang mengajar di SMPN 1 Kasiman, memanfaatkan kebijakan ini sebagai kesempatan untuk berlari dari rumahnya di Kecamatan Padangan ke sekolah.
Dengan jarak sekitar 4 kilometer, ia merasa ini sebagai peluang untuk menjaga kebugaran. Zaki mengatakan, “Kebetulan jaraknya cukup dekat, jadi saya memilih lari.
Selain itu, lari memang sudah menjadi hobi saya sejak duduk di bangku SMP kelas 3 pada tahun 2006 lalu.”
Zaki bukanlah pelari biasa. Ia telah mengharumkan nama daerahnya dengan beberapa prestasi, antara lain juara 1 Jateng Open Nasional, medali emas Kejurnas PPLM, serta berbagai medali di Pomnas dan Porprov Jatim.
Semangat Zaki dalam menjaga kesehatan ternyata juga menular kepada rekan sejawatnya. Pada senin, 6 April 2026, ia berlari bersama Adji, rekan sesama ASN di SMPN 1 Kasiman, menunjukkan bahwa efisiensi bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan sehat.
Dengan kebijakan bike to work yang diterapkan, semangat Zaki dan teman-temannya mencerminkan visi Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan, menunjukan bahwa ada banyak cara untuk aktif dan sehat di tengah tuntutan kerja.






