Pemerintahan

Hadapi Kemarau Panjang, Bojonegoro Pasang Strategi Jaga Status Lumbung Pangan Jatim

liputanbojonegoro637
×

Hadapi Kemarau Panjang, Bojonegoro Pasang Strategi Jaga Status Lumbung Pangan Jatim

Sebarkan artikel ini
49D908D9 1CFC 4854 AB2E 93986874C75A

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat menyiapkan langkah strategis untuk memitigasi dampak kemarau panjang pada sektor pertanian.

Meski dibayangi tantangan cuaca ekstrem, Pemkab Bojonegoro optimis wilayahnya tetap menjadi pilar utama lumbung pangan di Jawa Timur.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data terkini, fenomena kemarau panjang diprediksi akan mengoreksi angka produktivitas padi daerah sekitar 50.000 ton. Sebelumnya, capaian produksi padi Bojonegoro sempat menyentuh angka 864.000 ton.

“Kita harus realistis menghadapi tantangan alam ini, namun tidak boleh pesimistis. Meskipun ada potensi penurunan produksi, Bojonegoro diprediksi tetap akan mempertahankan posisinya sebagai penghasil padi terbesar nomor dua di Jawa Timur,” ujar Nurul Azizah dalam keterangannya.

Selain menjaga kuantitas panen, Wabup juga menyoroti pentingnya menjaga Nilai Tukar Petani (NTP). Beliau mengimbau agar masyarakat tani tidak tergiur menjual hasil sawah secara terburu-buru dalam bentuk mentah atau menggunakan sistem tebasan di lahan.

Menurutnya, pengolahan pascapanen yang lebih baik akan memberikan nilai tambah secara ekonomi. “Kami mendorong petani untuk menjual gabah dalam bentuk yang lebih bernilai atau menyimpannya sebagian sebagai cadangan pangan keluarga. Ini langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani itu sendiri,” tambahnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, memaparkan sejumlah langkah konkret yang kini tengah dijalankan:

• Percepatan Tanam: Memanfaatkan sisa kelembapan tanah sebelum sumber air benar-benar menyusut.

• Varietas Unggul: Petani diimbau menggunakan varietas padi extra genjah seperti Cakrabuana atau Gamagora yang memiliki masa tumbuh lebih singkat.

• Optimalisasi Infrastruktur: Penggunaan pompa air di titik strategis serta pembersihan saluran irigasi secara masif.

• Proteksi Usaha: Mendorong petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk meminimalisir risiko kerugian akibat gagal panen.

Di sisi lain, DKPP juga menginstruksikan lumbung-lumbung pangan desa untuk mulai menyerap gabah petani secara aktif saat panen raya.

Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga di tingkat lokal dan memastikan stok pangan di tingkat desa tetap aman selama musim kemarau berlangsung.