Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus mengintensifkan sosialisasi program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dengan turun langsung ke desa-desa.
Langkah ini dilakukan guna memperkuat pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) sekaligus mempercepat pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Upaya tersebut ditegaskan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam Kunjungan Kerja Terpadu yang berlangsung di Desa Kawangmangu, Kecamatan Ngambon, Rabu (5/8/2026).
“Program Gayatri sifatnya bantuan 54 ekor ayam, sedangkan pengembangannya menjadi program unggulan PKK. Kami berharap setiap keluarga memiliki sekitar tujuh ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Cantika.
Ia meyakini sebagian besar warga telah memelihara ayam petelur. Lewat program ini, masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Dinas Pendidikan Catat 5.199 ATS, Fasilitas dan Beasiswa DisiapkanSelain sektor pangan, Cantika menyoroti pentingnya menjaga tren penurunan angka stunting di Bojonegoro. Meskipun capaian di tingkat Provinsi Jawa Timur dinilai memuaskan, seluruh pihak diminta tidak boleh lengah dalam melakukan penanganan berkesinambungan.
Fokus serupa diberikan pada penanganan anak tidak sekolah. Menurutnya, persoalan ini kerap dipicu keberadaan orang tua yang bekerja di luar kota.
“Komunikasi antara keluarga dan sekolah sangat penting. Jika ada satu anak yang kembali bersekolah, berarti kita telah menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, mengungkapkan bahwa hingga 29 Juli 2026 tercatat masih ada 5.199 anak usia sekolah di Bojonegoro yang tergolong ATS.
Agus menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan hingga jenjang SMA/sederajat. Pemkab Bojonegoro juga telah menyediakan berbagai program beasiswa agar anak-anak dapat melanjutkan hingga ke perguruan tinggi.
“Wajib belajar kita 13 tahun. Jangan sampai ada anak putus sekolah. Bagi yang mengalami kesulitan akses pendidikan, Dinas Pendidikan siap memfasilitasi,” kata Agus.
Dalam rangkaian kunjungan kerja terpadu tersebut, TP PKK Bojonegoro menyalurkan bantuan kepada lansia, balita, remaja putri, serta ibu hamil.
Rombongan juga meninjau pelayanan Posyandu, TK, SD, pengembangan Gayatri, hingga fasilitas penyandang disabilitas di Desa Kawangmangu.
Menerima perhatian tersebut, Tamirah, warga RT 3 Desa Kawangmangu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya secara langsung kepada rombongan TP PKK.
Kunjungan kerja ke desa-desa ini diharapkan mampu menguatkan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, mandiri, serta berdaya saing.








