Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Upaya memperkenalkan sekaligus memberikan perlindungan terhadap karya batik lokal Desa Margomulyo kembali dilakukan oleh mahasiswa KKN PINTAR UNUGIRI 2026 Kelompok 39.
Pada Selasa (18/8/2026), Kelompok 39 secara simbolis menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan untuk karya Batik Lelaku Sulur Wungukepada Camat Margomulyo.
Penyerahan tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 80 dan 81 meter yang dilaksanakan di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Surat pencatatan ciptaan diserahkan secara simbolis kepada Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, S.STP., MM.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Margomulyo, Nuryanto, serta para kepala dusun di wilayah Desa Margomulyo.
Surat pencatatan ciptaan tersebut merupakan hasil dari salah satu program utama Kelompok 39 KKN PINTAR UNUGIRI 2026 dalam mendukung keberadaan dan perlindungan karya kreatif masyarakat Desa Margomulyo.
Batik Lelaku Sulur Wungu merupakan karya ciptaan Adinda Putri Febri Susanti, yang terinspirasi dari potensi lokal berupa tanaman uwi ungu.
Motif tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya batik dengan karakter dan identitas yang merepresentasikan potensi lokal Desa Margomulyo.
Penyerahan secara simbolis kepada pihak kecamatan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karya tersebut kepada pemerintah dan masyarakat desa.
Dengan adanya pencatatan ciptaan, karya Batik Lelaku Sulur Wungu memiliki dokumentasi resmi sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan keberadaan karya tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Adinda Putri Febri Susanti selaku pencipta turut hadir dalam kegiatan penyerahan. Iamenyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kelompok 39 yang telah membantu proses pencatatan karya tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KKN Kelompok 39 yang sudah membantu sampai proses pencatatan ciptaan ini selesai. Semoga Batik Lelaku Sulur Wungu bisa semakin dikenal dan terus berkembang,” ujar Adinda.
Momentum penyerahan surat pencatatan ciptaan tersebut menjadi semakin istimewa karena berlangsung bersamaan dengan kegiatan kirab bendera Merah Putih di Dusun Jepang.
Kirab dengan membawa bendera Merah Putih sepanjang 80 dan 81 meter menjadi salah satu rangkaian kegiatan masyarakat Desa Margomulyo dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah semangat perayaan kemerdekaan tersebut, penyerahan surat pencatatan ciptaan menjadi simbol bahwa semangat membangun desa juga dapat diwujudkan melalui penghargaan terhadap kreativitas dan karya masyarakat lokal.
Bagi Kelompok 39 KKN PINTAR UNUGIRI 2026, pencatatan Batik Lelaku Sulur Wungu bukan menjadi akhir dari proses, melainkan langkah awal agar karya tersebut semakin dikenal.
Mahasiswa berharap Batik Lelaku Sulur Wungu dapat terus dikembangkan, dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, serta menjadi salah satu karya yang merepresentasikan identitas dan potensi Desa Margomulyo.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pencipta karya, masyarakat, dan pemerintah desa maupun kecamatan, Batik Lelaku Sulur Wungu diharapkan tidak hanya menjadi sebuah motif batik, tetapi juga menjadi bagian dari cerita dan identitas Desa Margomulyo yang dapat terus diwariskan dan dikembangkan.











