Pemerintahan

Bojonegoro Sabet Peringkat I Kabupaten dengan Desa Tervaksin PMK Terbanyak di Jawa Timur 2025

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Sabet Peringkat I Kabupaten dengan Desa Tervaksin PMK Terbanyak di Jawa Timur 2025

Sebarkan artikel ini
BDBB9964 20CE 45FC 8F3A 972B3D0719E7

Liputanbojonegoro.com, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam acara penyerahan penghargaan di Morazen Hotel Surabaya pada 2 Desember 2025, Bojonegoro secara resmi dinobatkan sebagai Peringkat I Kabupaten dengan Desa Tervaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Terbanyak Tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan dan komitmen daerah dalam menjaga kesehatan hewan strategis.

Penghargaan ini diterima dalam acara yang dihadiri oleh jajaran perangkat daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur, menandakan pengakuan atas konsistensi dan efektivitas pelaksanaan program vaksinasi PMK di seluruh desa. Keberhasilan ini menunjukkan dinamika positif sektor kesehatan hewan di Bojonegoro dalam melindungi aset ekonomi peternak.

Sejak merebaknya gelombang penyebaran PMK, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, telah menerapkan strategi percepatan vaksinasi yang terintegrasi secara vertikal. Upaya ini melibatkan seluruh tingkatan, mulai dari pengawasan di kabupaten, pendampingan di kecamatan, hingga eksekusi program di level desa.

• Pendekatan “Jemput Bola”: Petugas kesehatan hewan bekerja secara intensif, melakukan pendataan, sosialisasi, dan koordinasi dengan kelompok peternak. Kegiatan vaksinasi seringkali dilakukan dengan pendekatan jemput bola, bahkan hingga malam hari dan akhir pekan, untuk menjangkau seluruh populasi ternak yang tersebar di kawasan pedesaan Bojonegoro.

Keberhasilan signifikan dalam meningkatkan jumlah desa tervaksin PMK tidak lepas dari peran serta aktif dan kesadaran kolektif masyarakat peternak. Mereka dinilai telah memahami betul urgensi vaksinasi sebagai langkah pencegahan demi menjaga produktivitas ternak.

“Antusiasme para peternak memperlihatkan bahwa program ini telah memberikan rasa aman baru, di mana ternak sebagai aset ekonomi dapat terlindungi dari risiko penyakit yang berpotensi menyebabkan kerugian besar,” demikian disampaikan dalam rilis pers Pemkab Bojonegoro.

Dengan cakupan desa tervaksin PMK yang tinggi, Bojonegoro dinilai memberikan kontribusi penting dalam memperkuat ketahanan sektor peternakan di Jawa Timur. Vaksinasi yang merata mampu menekan tingkat penyebaran penyakit, menjaga stabilitas populasi ternak, dan menjamin pasokan pangan asal hewan yang aman bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi khusus kepada Bojonegoro atas konsistensinya dalam menjalankan program kesehatan hewan berbasis pencegahan, sejalan dengan komitmen provinsi untuk membangun sistem kesehatan hewan yang tangguh dan berkelanjutan.

Komitmen Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan hewan, penyuluh, dan masyarakat yang telah berkontribusi. Dengan capaian ini, Bojonegoro berkomitmen untuk:

1. Memperkuat Kapasitas pengendalian penyakit hewan.

2. Memperluas Jangkauan layanan kesehatan hewan.

3. Meningkatkan Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Prestasi ini diharapkan menjadi pijakan bagi pembangunan sektor peternakan yang semakin maju, sehat, dan berdaya saing, serta menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Jawa Timur. (Prokopim)