Pemerintahan

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp 1,4 Milia

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp 1,4 Milia

Sebarkan artikel ini
834A6787 82CB 413A 90EC 9DB70C4EBF5D

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Rangkaian acara Closing Ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro pada Sabtu (20/6/2026) sore berlangsung meriah.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, event tahunan ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus panggung pelestarian budaya lokal di Kabupaten Bojonegoro.

Gelaran BWBF 2026 ini juga terasa spesial karena menjadi bagian dari rangkaian momentum penting, di mana Kabupaten Bojonegoro saat ini sedang dalam tahap validasi untuk masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas terlaksananya acara ini. Menurutnya, BWBF merupakan kontribusi nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk mendorong UMKM lokal agar bisa naik kelas.

“Kita patut berbangga bahwa dalam BWBF ini UMKM benar-benar turut serta, dan ada kolaborasi nyata dengan para perajin serta pedagang,” ujar Nurul Azizah.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran peserta dari berbagai daerah yang telah lama berkecimpung di industri batik menjadi bahan evaluasi positif agar kualitas batik Bojonegoro terus berkembang pesat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya batik.

Selain sebagai warisan leluhur, kegiatan ini ditargetkan mampu memperluas jangkauan pasar produk batik di semua tingkatan.

“Tujuannya adalah meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, menumbuhkan inspirasi untuk menggali potensi seni budaya kepariwisataan daerah, serta menciptakan ajang promosi batik khas daerah sebagai aset budaya bernilai tinggi,” urai Elzadeba.

Selama 4 hari pelaksanaannya, BWBF 2026 terbukti memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang signifikan bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro di Bojonegoro.

Pada sektor perhotelan, tercatat ada 10 guest house dan hotel yang terlibat dengan total kunjungan mencapai 162 tamu yang menginap selama 4 malam.

Sektor ini berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp 175 juta dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak hotel sebesar Rp 17,5 juta.

Dampak ekonomi yang lebih besar terjadi di sektor UMKM. Dari total 69 stand yang berpartisipasi, sebanyak 60 stand indoor berhasil meraup omset fantastis hingga Rp 1,063 miliar.

“Total pendapatan dari sektor stand dan hotel diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar selama 4 hari ini. Ini merupakan angka sementara karena hari ini adalah hari terakhir dan aktivitas transaksi masih terus berlangsung hingga nanti malam,” jelas Elzadeba.

Di penghujung acara Closing Ceremony, panitia juga mengumumkan pemenang penghargaan Stand Terbaik BWBF 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas para peserta pameran. Berikut adalah daftar pemenangnya:

 Juara 1: Exxon Mobile Cepu Limited

 Juara 2: Pemerintah Kabupaten Jember

 Juara 3: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri