Pemerintahan

Bupati Setyo Wahono Targetkan Bojonegoro Jadi Lumbung Pangan Nasional lewat Gamagora 7

liputanbojonegoro637
×

Bupati Setyo Wahono Targetkan Bojonegoro Jadi Lumbung Pangan Nasional lewat Gamagora 7

Sebarkan artikel ini
F525AC20 3685 4733 8EB3 A8F09ABD2548

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan menjadi daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia pada tahun 2028. Langkah strategis ini diawali dengan pelaksanaan Panen Raya Padi Varietas Gamagora 7 di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, dan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM), produktivitas padi di lahan tersebut tercatat mencapai 10 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar. Angka ini menjadi bukti efektivitas inovasi benih dan manajemen air yang diterapkan.

Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa pertanian adalah prioritas utama pemerintahannya. Ia memetakan empat tantangan utama petani, yakni manajemen air, hama, ketersediaan bibit, serta peralatan pertanian.

Sebagai solusi nyata, Pemkab Bojonegoro telah merampungkan berbagai proyek infrastruktur dalam satu tahun terakhir, Pembangunan irigasi sepanjang 24.248 meter, Normalisasi 23 embung, dan Optimalisasi 16 titik irigasi pompa (irpom).

Langkah ini terbukti membuahkan hasil. Pada tahun 2025, produksi padi Bojonegoro mencapai 886.443 ton, meningkat signifikan sebesar 24,7% (176.916 ton) dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati berharap kerja sama dengan UGM dapat diperluas, tidak sekadar uji coba (demplot), namun akses masif untuk pembibitan mandiri. Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Subejo, menyatakan komitmen UGM memberikan lisensi terbatas (Benih Label Ungu) selama tiga tahun bagi Bojonegoro.

“Bojonegoro berpotensi besar mengalahkan produktivitas nasional jika varietas ini dimasifkan dengan pendampingan teknis yang konsisten,” ujar Subejo.

Gamagora 7 (Gadjah Mada Gogo Rancah) adalah varietas yang diluncurkan ilmuwan UGM dan memperoleh SK resmi dari Kementan RI pada 2023.

Keunggulan varietas ini meliputi  Adaptabilitas Tinggi Dikenal sebagai padi “Amphibi” karena tahan di lahan kering (Gogo) maupun lahan basah (Rancah), Tangguh terhadap serangan wereng batang cokelat biotipe 2, penyakit hawar daun bakteri patotipe III, serta penyakit blast, dan Berasal dari indukan benih Rojolele yang memiliki tekstur nasi pulen.

Menghadapi prediksi cuaca normal pada 2026, Pemkab Bojonegoro tetap optimistis menjaga tren positif produksi dengan mengandalkan infrastruktur yang telah dibangun serta pemanfaatan masif varietas Gamagora 7. (Prokopim)