Pemerintahan

Merajut Spirit Ramadan, Cantika Wahono Kenalkan Potensi Wastra Bojonegoro di Semarang

liputanbojonegoro637
×

Merajut Spirit Ramadan, Cantika Wahono Kenalkan Potensi Wastra Bojonegoro di Semarang

Sebarkan artikel ini
658372F5 CC06 4795 97AC 249A5E89D6CC

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam gelaran Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall, Semarang, Sabtu (28/02/2026).

Dalam sesi Talkshow Opini (Obrolan Perempuan Terkini) bertajuk “Dari Hati ke Karya: Spirit Ramadan dalam Produk Lokal”, Cantika berbagi panggung dengan tokoh-tokoh penting, di antaranya Sekjen Dekranas RI Reni Yenita, Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, dan Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin.

Salah satu sorotan utama dalam paparan Cantika adalah peluncuran Roadmap Dekranasda Bojonegoro 2025-2030. Menurutnya, buku peta jalan ini disusun untuk memastikan pengembangan produk lokal memiliki arah dan target yang terukur setiap tahunnya.

“Dengan adanya roadmap ini, kami memiliki panduan jelas mengenai lompatan-lompatan strategis yang harus dilakukan dari tahun ke tahun, hingga 2030 nanti,” ujar Cantika.

Ia menambahkan, penyusunan rencana ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pelibatan aktif komunitas dan generasi muda Bojonegoro sebagai motor penggerak kreatif.

Pada kesempatan tersebut, Cantika juga mempromosikan Bojonegoro Wastra Batik Festival. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, festival ini telah menarik minat peserta dari berbagai daerah di luar Bojonegoro, seperti Blora, Sragen, Klaten, dan Jepara.

“Kami berharap partisipasi lintas daerah ini terus meningkat. Melalui ajang seperti D’Modifest ini, kami ingin memperkuat jejaring sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap karya lokal,” tambahnya.

D’Modifest 2026 sendiri merupakan kolaborasi antara Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung sejak 27 Februari hingga 1 Maret 2026.

Acara ini menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM dan pengrajin untuk memperluas jangkauan pasar di momentum Ramadan. (Prokopim)