Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro selama ini identik dengan kekayaan minyak dan gas buminya. Namun, sebuah potensi baru muncul dari sektor hortikultura di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Desa ini kini mulai dikenal sebagai destinasi agrowisata anggur yang mampu menarik minat wisatawan hingga ke luar daerah.
Di atas lahan seluas kurang lebih 3.500 meter persegi, pengunjung disuguhkan pemandangan hijau dari 200 pohon anggur yang tengah berbuah lebat. Tak hanya sekadar melihat, para wisatawan diperbolehkan memetik langsung buah anggur segar dari pohonnya.
Pengelola kebun, Junaidi, mengungkapkan bahwa kebunnya mengoleksi berbagai varian anggur internasional yang memiliki cita rasa kelas atas. Beberapa di antaranya adalah varian Everest, Julian, Laria, Jupiter, Cerny, hingga varian Banana.
“Setiap jenis punya keunikan. Anggur Jupiter itu manis dan wangi, Julian kulitnya tipis, sementara Laria sangat renyah. Kebanyakan pembeli memilih sistem mix atau campur agar bisa merasakan semua varian,” ujar Junaidi saat ditemui di lokasi kebun Selasa, (27/01/2025).
Meski kebun ini baru memasuki masa pembuahan pertama setelah satu tahun ditanam, produktivitasnya tergolong luar biasa. Dalam satu kali masa panen, kebun ini mampu menghasilkan hingga 4 kuintal anggur. Menariknya, seluruh hasil panen tersebut habis terjual hanya dalam waktu tiga hari dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Keberhasilan pengelolaan pertanian inovatif ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bupati Bojonegoro bersama Kepala Dinas Pertanian telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna melihat potensi pengembangan wisata agro lebih lanjut.
Junaidi berharap, kebun anggur miliknya dapat menjadi percontohan bagi desa lain untuk mengembangkan pertanian bernilai tambah tinggi. “Kami ingin ini menjadi penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang tertarik berkunjung, lokasi agrowisata di Desa Bandungrejo ini tergolong sangat mudah dijangkau. Infrastruktur jalan menuju kebun sudah dalam kondisi baik dan mulus, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.
Dengan kombinasi kualitas buah yang segar dan akses yang nyaman, agrowisata anggur ini diprediksi akan terus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro.












