Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Prof. Ibrahim Komo, yang merupakan Wakil Presiden UNESCO Global Geopark (UGGp), bersama timnya melakukan kunjungan ke beberapa objek wisata geologi di Kabupaten Bojonegoro pada hari Minggu, (18/01/2025).
Keberadaan objek geologis yang unik ini menarik perhatian para ahli dan wisatawan, serta menawarkan banyak potensi untuk pengembangan ekonomi.
Kunjungan pertama dimulai di Agrowisata Belimbing yang terletak di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Prof. Ibrahim memberikan apresiasi terhadap inovasi masyarakat setempat yang telah berhasil mengubah kawasan yang sebelumnya dianggap “langganan banjir” menjadi sumber ekonomi yang kuat.
Beliau menyoroti bagaimana petani telah mampu meningkatkan taraf hidup mereka melalui hilirisasi produk belimbing.
“Kebun ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan laboratorium alam bagi siswa dan peneliti untuk mempelajari ketahanan pangan berbasis lingkungan (agro-geology),” ujar beliau.
Tidak hanya berhenti di agrowisata, tim UGGp juga mengunjungi Museum 13 yang berlokasi di komplek SDN II Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.
Prof. Ibrahim memberikan perhatian khusus pada pentingnya aspek administrasi dan dokumentasi sejarah yang ada. Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah geopark terletak pada legalitas administratif yang kuat.
Museum ini menjadi bukti bahwa Bojonegoro serius dalam mengelola warisan geologinya secara profesional dan berkontribusi pada penguatan posisi daerah dalam jaringan global.
Kunjungan ini juga mencakup kawasan utara Bojonegoro, seperti Antiklin Kawengan dan Texas Wonocolo, yang menunjukkan keunikan struktur bumi serta sejarah pertambangan minyak tradisional yang sangat menarik.
Prof. Ibrahim menambahkan, “Kami juga melihat potensi besar pada kerajinan kayu jati sebagai produk unggulan yang mendukung ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar hutan.”
Kunjungan ini ditutup dengan pengalaman visual maksimal di Kayangan Api di Desa Sendangharjo.











