Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, mewakili daerahnya dalam ajang Lomba Desa Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.
Desa ini mengajukan inovasi berbasis teknologi yang diberi nama “Si Baku” (Sistem Informasi Bayi dan Balita Kauman), sebuah aplikasi pelayanan posyandu yang bertujuan untuk mendigitalisasi layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak di tingkat desa.
Inovasi ini berawal dari kebutuhan untuk menyederhanakan sistem pendataan di posyandu. Menurut Kepala Desa Kauman, Yulia, dengan adanya Si Baku, kader posyandu kini dapat mencatat data pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita secara digital, seperti berat badan, tinggi badan, status gizi, hingga riwayat imunisasi.
“Aplikasi ini lahir dari keinginan kami untuk memiliki sistem pencatatan yang lebih rapi dan efisien,” kata Yulia saat penilaian lapangan yang berlangsung di Balai Desa, Kamis (31/7/2025).
“Dengan Si Baku, kader tak perlu lagi mencatat manual. Ini adalah langkah awal kami dalam mewujudkan digitalisasi layanan publik di Desa Kauman.”
Data yang terekam secara digital melalui aplikasi ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan kecepatan layanan, tetapi juga mempermudah koordinasi antara kader posyandu dan pihak puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Asisten Pemerintahan Setda, Djoko Lukito, menyatakan bahwa partisipasi Desa Kauman dalam lomba ini menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan transformasi digital.
“Desa Kauman adalah contoh inspiratif. Inovasi mereka, Si Baku, membuktikan bahwa desa dapat menciptakan solusi sederhana dengan dampak besar bagi masyarakat,” ujar Djoko.
“Kami optimis Desa Kauman bisa menjadi percontohan digitalisasi layanan kesehatan di tingkat desa dan meraih prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.” (Prokopim)






