Liputanbojonegoro.com , Bojonegoro – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purwosari sukses menyelenggarakan GOLDEN Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Banser.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (24–26 Agustus 2026), tersebut digelar sebagai langkah strategis memperkuat sistem kaderisasi serta mencetak generasi muda NU yang militan, berintegritas, dan tangguh.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran stakeholder dan tokoh masyarakat lokal. Tampak hadir Camat Purwosari Ibu Ike Widyaningrum, S.Sos., M.M., Kepala Desa Ngrejeng Arip Andika, S.A.P., Ketua Tanfidziyah MWC NU Purwosari H. Mabrur beserta jajaran Badan Otonom, Kepala Puskesmas Purwosari, Kepala KUA Purwosari, Kepala MTs. Al Huda, perwakilan PC GP Ansor Bojonegoro, serta seluruh Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Purwosari dan pengurus PAC tetangga.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Purwosari, Sahabat Muhammad Nur Salim, S.Pd., menjelaskan bahwa sebanyak 40 peserta dari berbagai ranting se-Kecamatan Purwosari berpartisipasi aktif dalam pengkaderan ini.
Para peserta menerima materi intensif meliputi keorganisasian, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, ke-NU-an, Aswaja An-Nahdliyah, hingga pembinaan karakter dan kedisiplinan.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga siap menjadi pelayan umat, penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta penguat persatuan bangsa,” tutur Sahabat Salim.
Lebih lanjut, Salim menegaskan bahwa konsep GOLDEN PKD merupakan salah satu wujud inovasi kaderisasi di tubuh GP Ansor yang menekankan pada peningkatan kualitas kader melalui pendekatan digitalisasi yang lebih terstruktur dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Desa Ngrejeng, Arip Andika, S.A.P. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda Ansor sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat desa.
“Pemuda Ansor yang notabene adalah kalangan pemuda desa harus mampu menjadi agen perubahan dan agen kontrol sosial. Minimal, kader Ansor dapat mencetuskan inovasi dan edukasi yang membanggakan, baik bagi pemerintah desa maupun organisasi,” tegas Kades Arip.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Purwosari, H. Mabrur. Ia mengaku bangga dan mengapresiasi konsistensi PAC GP Ansor Purwosari yang senantiasa istiqomah melahirkan kader-kader baru setiap tahunnya.
“Melalui GOLDEN PKD dan DIKLATSAR ini, diharapkan lahir kader yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi, berakhlakul karimah, disiplin, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga ulama, mengawal NKRI, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar H. Ma
Sementara itu, Camat Purwosari, Ibu Ike Widyaningrum, S.Sos., M.M., menilai kegiatan pengkaderan ini sebagai bentuk implementasi konkret dalam memperkuat aqidah dan ideologi faham keagamaan yang berlandaskan Aswaja di tengah tantangan zaman.
“Kaderisasi ini menjadi momentum penting untuk mencetak kader muda Nahdlatul Ulama yang berkualitas, disiplin, dan berkomitmen tinggi.
Semoga kader-kader Ansor senantiasa memberi warna positif di tengah masyarakat, menjadi pionir perubahan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam suksesnya program-program kemasyarakatan,” pungkas Camat Ike.
Pelaksanaan GOLDEN PKD dan DIKLATSAR Banser ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen berkelanjutan GP Ansor Purwosari dalam memperkuat fondasi organisasi, sejalan dengan pilar kaderisasi yang terus digalakkan oleh PC GP Ansor Kabupaten Bojonegoro.






