Pemerintahan

Jagong Gayeng Purwosari, Bupati Bojonegoro Minta Data Desa Valid

liputanbojonegoro637
×

Jagong Gayeng Purwosari, Bupati Bojonegoro Minta Data Desa Valid

Sebarkan artikel ini
2E266502 4F65 47AA 8291 1374ABC0E8A9

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat sinergi dengan pemerintahan desa guna memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan “Jagong Gayeng Kelembagaan Desa” yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Purwosari, Kamis (11/06/2026).

Forum dialog ini dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Forkopimcam Purwosari, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas PMD, serta ratusan perwakilan kelembagaan desa mulai dari kepala desa, BPD, RT/RW, hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Selain sebagai ruang serap aspirasi, agenda ini difokuskan untuk memperkuat pemahaman aparatur desa mengenai tata kelola pemerintahan pasca-terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026.

Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menggarisbawahi bahwa kunci utama pembangunan yang efektif adalah ketersediaan data yang valid dan akurat di tingkat akar rumput.

“Saya minta tolong kepada RT, RW, kepala desa, dan seluruh perangkat untuk mengawal data yang ada di lapangan. Data harus benar, baik data sosial, ekonomi, kesehatan maupun potensi desa.

Dengan data yang akurat, pemerintah bisa memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Setyo Wahono.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh unsur desa—mulai dari kepala desa, BPD, hingga RT/RW—tetap menjaga harmonisasi dan menghindari konflik internal agar tidak merugikan masyarakat.

Di samping itu, ia mengajak kelembagaan desa untuk mendukung program pusat, termasuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) demi kemandirian ekonomi desa.

Pada kesempatan yang sama, Camat Purwosari Ike Widyaningrum melaporkan bahwa wilayahnya memiliki potensi pertanian yang kuat dengan produktivitas padi rata-rata mencapai 5,6 ton per hektare yang ditopang aliran Kali Gandong.

Ike juga mengapresiasi langkah Pemkab Bojonegoro yang terus menggenjot infrastruktur di wilayahnya melalui pengalihan status jalan poros desa menjadi jalan kabupaten.

“Kami berharap peningkatan jalan poros desa menjadi jalan kabupaten ini dapat mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Purwosari,” pungkas Ike.

Melalui forum Jagong Gayeng ini, Pemkab Bojonegoro berharap terbangun kesamaan visi yang solid dari tingkat kabupaten hingga desa demi menghadirkan pelayanan publik yang prima.