NasionalPemerintahan

Jatim Luncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia 2026

liputanbojonegoro637
×

Jatim Luncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia 2026

Sebarkan artikel ini
97092539 9BBC 42C9 BC44 DD78A72E6605

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai pionir transformasi digital nasional melalui peluncuran program “Talenta Digital Jatim Mendunia”.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan adendum Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemprov Jatim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/01/2026).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Jawa Timur kini mengambil peran aktif sebagai co-creator dalam pembangunan talenta digital nasional, bukan lagi sekadar pelaksana program pusat.

“Dengan basis pendidikan yang kuat dan ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur siap menjadi anchor province bagi pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Menurutnya, digitalisasi telah mengubah wajah pelayanan publik di Jatim. “Bukan lagi orang yang berpindah dari loket ke loket, tetapi dokumen yang bergerak. Waktu layanan bisa dipangkas menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” imbuhnya.

Kesiapan Jawa Timur didukung oleh capaian indikator digital yang impresif. Berdasarkan data APJII, penetrasi internet di Jatim mencapai 82,19%, melampaui rata-rata nasional sebesar 80,66%. Prestasi lainnya meliputi:

• Peringkat 1 Nasional Indeks Satu Data Indonesia dengan skor 90,13.

• Indeks SPBE mencapai skor 4,79 (Kategori Memuaskan).

• Kenaikan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) menjadi 49,17.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan MoU pertama yang dilakukan Komdigi RI dengan pemerintah provinsi. Hal ini mencerminkan kuatnya ekosistem kolaborasi di Jawa Timur.

“Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Di Jawa Timur, ekosistem kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan pendidikan sudah berjalan sangat baik,” jelas Meutya.

Melalui adendum ini, cakupan kerja sama diperluas tidak hanya pada pelatihan dasar, tetapi merambah ke teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), cloud computing, hingga cyber security.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan lahan khusus untuk mendukung rencana pembangunan Politeknik Digital Komdigi di wilayah Jawa Timur. Langkah ini diharapkan mampu mencetak SDM yang adaptif dan kompetitif di kancah global.