PemerintahanPeristiwa

Keseruan Lomba Mewarnai Batik Festival Bojonegoro 2026

liputanbojonegoro637
×

Keseruan Lomba Mewarnai Batik Festival Bojonegoro 2026

Sebarkan artikel ini
D0F9F721 0A6B 43EF 8FBD 657D5D62E49A

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Semangat dan kreativitas terpancar jelas dari wajah para pelajar yang memadati arena Lomba Mewarnai dan Menggambar dalam rangkaian Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026, Jumat (19/6/2026).

Di bawah teduhnya tenda dan semilir angin pagi, jemari-jemari mereka bergerak tanpa lelah. Bagi mereka, alat gambar di tangan bukan sekadar perlengkapan lomba, melainkan media untuk menumpahkan imajinasi sekaligus wujud kecintaan terhadap batik khas daerah sejak usia dini.

Di antara riuhnya peserta tingkat SD/MI, tampak Arzena Alesha Genuni, siswi kelas 4 SDN Kadipaten 2 Bojonegoro. Dengan penuh ketelitian, Arzena menggenggam pensil warnanya satu per satu.

Goresan arsirannya dilakukan dengan sangat hati-hati agar perpaduan warna yang dihasilkan terlihat serasi. Wajahnya seketika berbinar saat warna-warni mulai memenuhi kertas di hadapannya.

Bagi Arzena, kompetisi ini bukan semata-mata soal mengejar status juara, melainkan ruang berharga untuk menyalurkan hobi sekaligus mengenal kekayaan motif lokal.

“Saya senang sekali bisa ikut lomba mewarnai di Wastra Batik Festival. Walaupun agak deg-degan karena pesertanya banyak, saya tetap semangat dan berusaha memberikan hasil terbaik,” ujar Arzena antusias.

Selain menjadi ajang seru untuk bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai sekolah, lomba ini memberinya wawasan baru tentang identitas budayanya.

“Dengan mengikuti lomba ini, saya juga belajar mengenal motif batik Bojonegoro. Semoga tahun depan ada lomba seperti ini lagi, karena seru dan membuat saya semakin suka menggambar dan mewarnai,” tambahnya.

Tidak kalah dengan ornamen warna-warni anak-anak SD, semangat serupa juga ditunjukkan oleh kelompok pelajar tingkat SMP/MTs yang mengikuti lomba menggambar bertema batik. Mereka sukses memadukan unsur tradisi Bojonegoro dengan sentuhan imajinasi khas generasi muda.

Berbagai kekayaan budaya dan alam Bojonegoro pun dituangkan ke atas kertas putih, di antaranya Motif Daun Jati, Motif Khayangan Api, dan  Motif Tari Thengul.

Setiap goresan pensil warna yang mereka torehkan hari itu tidak sekadar menghasilkan visual yang indah, tetapi juga menjadi simbol nyata dari antusiasme generasi muda dalam merawat dan menjaga kelestarian warisan budaya bangsa.