Pemerintahan

Khofifah Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Jatim l

liputanbojonegoro637
×

Khofifah Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Jatim l

Sebarkan artikel ini
05999738 563E 4C82 A45B 1D815720FED9

Liputanbojonegoro.com, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi melantik tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat (30/1/2026).

Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/362/204/2026 tertanggal 29 Januari 2026. Dari total pejabat yang diambil sumpahnya, enam orang merupakan hasil rotasi jabatan, sementara satu pejabat lainnya resmi definitif dari posisi Pelaksana Tugas (Plt).

Daftar Pejabat yang Dilantik:

1. Mohammad Yasin: Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim.

2. Nurkholis: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim.

3. Dydik Rudy Prasetya: Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim.

4. Imam Hidayat: Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim.

5. Sufi Agustini: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim.

6. Tri Wahyu Liswati: Kepala Bakorwil Bojonegoro.

7. Agung Subagyo: Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim.

Ada yang berbeda dalam proses pengisian jabatan kali ini. Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim mulai menerapkan sistem Talent DNA yang dikembangkan oleh pakar pembangunan karakter, Ary Ginanjar Agustian.

“Ini adalah proses pertama kita menggunakan Talent DNA. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Timur,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Selain pemetaan potensi melalui sistem tersebut, para pejabat juga melalui uji kompetensi ketat yang dipimpin oleh Prof. Mohammad Nuh, dengan melibatkan jajaran akademisi lintas kampus dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Brawijaya (UB).

Gubernur menekankan bahwa pelantikan ini hanyalah putaran pertama. Saat ini, Pemprov Jatim masih melakukan pemetaan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang masih kosong atau dirangkap oleh pejabat Plt.

“Masih ada jabatan yang kosong karena pejabatnya merangkap. Tim Panitia Seleksi (Pansel) akan kembali melakukan uji kompetensi dengan sistem Talent DNA untuk gelombang berikutnya,” pungkasnya.

Di akhir prosesi, Khofifah berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja dan menjalankan amanah dengan penuh integritas demi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.