Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Semangat kemerdekaan mulai terasa di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Pada hari Rabu, (06/07/2025). Bertempat di Balai Desa yang terletak di kawasan Geopark Negeri Atas Angin, sebuah rapat koordinasi diadakan antara Pemerintah Desa, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta perwakilan mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Deling ini berlangsung dengan tertib dan antusias. Topik utamanya adalah persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 yang akan jatuh pada 17 Agustus mendatang.
Para Ketua RT dan RW satu per satu menyampaikan ide dan usulan kegiatan yang bisa melibatkan seluruh warga, mulai dari lomba-lomba khas tujuhbelasan, kerja bakti, hingga malam tirakatan. Tidak hanya sekadar meriah, para tokoh masyarakat berharap perayaan tahun ini bisa memberikan makna kebersamaan dan memperkuat hubungan yang harmonus sesame masyarakat dan juga semangat gotong royong antar warga guna sebagai implementasi semangat para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro yang saat ini tengah menjalankan program pengabdian di Desa Deling juga ikut hadir dan aktif dalam diskusi. Mereka menyampaikan kesiapan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang direncanakan.
“Sebagai bagian dari masyarakat desa selama KKN ini, kami merasa perlu ikut terlibat langsung dalam momen penting seperti perayaan kemerdekaan. Apalagi Desa Deling punya potensi besar dengan Geopark Negeri Atas Angin yang bisa jadi latar perayaan yang berbeda dan menarik,” ujar Bima Ketua Kelompok 20 KKNTK.
PJ Kepala Desa Deling, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dan kehadiran mahasiswa KKN. Ia berharap semangat kolaborasi ini terus dijaga, tidak hanya dalam konteks perayaan kemerdekaan, tetapi juga dalam pembangunan desa ke depan.
“Kita ingin momentum hari kemerdekaan 17 Agustus ini jadi ruang untuk kumpul semua elemen masyarakat. Tidak hanya sekadar lomba, tapi juga ada nilai edukasi, pelestarian budaya lokal, dan memperkenalkan potensi desa kepada generasi muda,” ucapnya.
Diskusi juga menyinggung soal pemanfaatan area Geopark Negeri Atas Angin sebagai pusat kegiatan. Lokasi ini dinilai sangat potensial karena selain keindahannya yang sudah mulai dikenal luas, juga mampu menjadi simbol kebangkitan semangat warga dalam menjaga dan mempromosikan potensi lokal.
Beberapa ide pun mulai dikembangkan dalam rapat tersebut, seperti lomba lukis anak dengan tema kemerdekaan di alam terbuka Geopark, hingga malam tirakatan dengan nuansa budaya lokal. Mahasiswa KKN-TK pun menyambut antusias wacana ini dan bersedia menjadi panitia pendamping.
Rapat ditutup dengan penetapan tanggal kerja bakti bersama dan pembentukan panitia kecil yang akan mengelola semua teknis kegiatan. Semua pihak yang hadir tampak puas dan bersemangat dengan hasil diskusi sore itu.
Semangat kolaborasi antara warga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN-TK 20 Universitas Bojonegoro mencerminkan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal perayaan, tetapi tentang kerja bersama, semangat membangun, dan mencintai lingkungan sendiri. Terlebih dengan keberadaan Geopark Negeri Atas Angin yang terus diperkenalkan, Desa Deling seakan mendapat energi baru untuk tampil lebih percaya diri di kancah wisata lokal Bojonegoro.
Dengan semangat itu, Desa Deling siap menyambut HUT RI ke-80 dengan penuh suka cita, semangat gotong royong, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.






