PemerintahanPeristiwa

Kolaborasi Lintas Sektor di Kedungadem: Perkuat Peran Keluarga Cegah Kekerasan Anak dan Atasi Pernikahan Dini

liputanbojonegoro637
×

Kolaborasi Lintas Sektor di Kedungadem: Perkuat Peran Keluarga Cegah Kekerasan Anak dan Atasi Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini
E30B2E8D 1D00 4F72 B6D2 65E26F3B3024

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama berbagai organisasi masyarakat menggelar sosialisasi penguatan peran keluarga dalam upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap anak. Kegiatan yang berkolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Bojonegoro, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungadem ini berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, pada Selasa (09/12/2025).

Acara sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: Ketua PKK Kabupaten Bojonegoro, Ibu Cantika Wahono, Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua PD BKMT Kabupaten Bojonegoro, Hj. Mitroatin, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro, Ketua LPA Bojonegoro, Ummu, Forkopimcam Kedungadem, Kepala KUA Kecamatan Kedungadem, Kepala Desa beserta perangkat dan Perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan majelis taklim.

Dalam sambutannya, Hj. Mitroatin, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD, menekankan peran sentral keluarga. Ia menegaskan bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.

“Anak-anak adalah tiang bangsa. Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap mereka. Ini amanah yang harus dijaga oleh siapa saja. Jika kita memperbaiki diri dan memperkuat ibadah kepada Allah, Insya Allah kita mampu menjaga amanah ini,” ungkap Hj. Mitroatin.

Lebih lanjut, Hj. Mitroatin mengungkapkan keprihatinan atas hasil survei yang menunjukkan bahwa Kecamatan Kedungadem memiliki tingkat pernikahan dini tertinggi di Kabupaten Bojonegoro. Ia menyebut kondisi ini sebagai “pekerjaan besar” yang menuntut penyelesaian bersama antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di Kedungadem.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang BKMT Kecamatan Kedungadem, Ika Nurul Hidayah, S.Pd., S.H., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Pimpinan Ponpes Nurul Jadid, KH. Sami’an Al Bashorudin.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga kolaborasi dan sinergi lintas sektor ini menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di wilayah Kedungadem,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berjalan tertib dan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang membahas solusi konkret untuk menekan angka pernikahan dini dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Diharapkan sinergi ini menjadi langkah nyata dalam mengatasi peningkatan angka pernikahan dini di Kedungadem.