Liputanbojonegoro.com , Bojonegoro – Suasana pelataran wisata alam Kayangan Api, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, tampak berbeda dan meriah pada Minggu (24/05/2026).
Di bawah rindangnya pepohonan geosite kebanggaan daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sukses menggelar Grand Final Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro 2026.
Acara ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan bagian dari langkah strategis Pemkab Bojonegoro dalam memperkuat audio branding demi mempromosikan Geopark Bojonegoro menuju cita-cita besar: diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, dalam laporannya menyampaikan bahwa kompetisi ini telah menjaring partisipasi masyarakat sejak dibuka pada 28 Februari 2026 lalu. Dari sekian banyak peserta, terpilihlah 10 finalis terbaik yang unjuk gigi di babak grand final.
Elzadeba menjelaskan, pemilihan Kayangan Api sebagai lokasi acara bertujuan untuk terus mengangkat potensi salah satu geosite unggulan Bojonegoro tersebut melalui pendekatan yang inovatif.
“Geopark Bojonegoro memiliki kekayaan warisan geologi, budaya, dan hayati yang menjadi identitas daerah sekaligus memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan penguatan promosi dan peningkatan daya tarik, salah satunya melalui jingle yang mudah dikenal dan diingat masyarakat,” ujar Elzadeba.
Karya jingle terbaik dalam ajang ini nantinya akan resmi digunakan sebagai media promosi Geopark Bojonegoro di berbagai forum dan kesempatan formal maupun informal.
Dukungan Penuh dan Harapan Pemkab Bojonegoro
Hadir mewakili Bupati Bojonegoro, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi, menegaskan bahwa keberadaan geopark memiliki nilai multidimensi, mulai dari identitas daerah, edukasi, hingga penggerak ekonomi masyarakat.
Pemkab Bojonegoro, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk mendorong keterlibatan elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku seni dalam pengembangan pariwisata berbasis warisan alam ini.
“Jingle bukan sekadar lagu, tetapi media komunikasi yang efektif untuk memperkenalkan identitas daerah secara lebih menarik, mudah diingat, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kreativitas anak-anak muda Bojonegoro yang mampu mendukung pengembangan pariwisata dan memperkuat kecintaan terhadap warisan alam dan budaya daerah,” tutur Sukaemi dalam sambutannya.
Setelah melalui proses penilaian ketat oleh dewan juri yang kompeten di bidang musik dan ekonomi kreatif, terpilihlah 4 karya terbaik. Berikut adalah daftar pemenang Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro:
Juara 1: Assyifa Mazroatul Fadzillah – (Abadi Neng Bojonegoro)
Juara 2: Dwi Novaberliananto – (Geopark Bojonegoro, Wajah Nusantara)
Juara 3: Diky Fathu Rokhman – (Geopark Bojonegoro Harmoni nan Abadi)
Juara Favorit: Felesia Hepy Novianti – (Jelajahi Keajaibannya)






