Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Luncurkan Angkutan Pelajar Gratis 2026

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Luncurkan Angkutan Pelajar Gratis 2026

Sebarkan artikel ini
A0B8BCE0 D7A1 42BE 8132 F7DB0856054A

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Langkah nyata dalam mendukung akses pendidikan yang aman dan merata kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pada Rabu (29/4/2026), Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro secara resmi melepas keberangkatan perdana Angkutan Pelajar Gratis Tahun 2026 di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro.

Program ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Bojonegoro, yang bertujuan untuk menjamin keamanan siswa sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua dalam hal transportasi sekolah.

Dalam peluncuran simbolis tersebut, sebanyak 7 armada dikerahkan untuk mengangkut sedikitnya 112 siswa-siswi. Para pelajar yang menjadi penerima manfaat tahap awal ini berasal dari sejumlah sekolah menengah, di antaranya MTsN 1 Bojonegoro,  MAN 1 Bojonegoro, SMPN 3 Bojonegoro, SMPN 1 Balen, dan SMKN 4 Bojonegoro

Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi besar untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif.

Selain memastikan ketepatan waktu siswa sampai di sekolah, program ini memiliki misi krusial dalam bidang keselamatan jalan raya.

“Kami ingin menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Penggunaan sepeda motor maupun sepeda listrik oleh siswa di bawah umur memiliki risiko tinggi. Dengan angkutan gratis ini, mereka bisa berangkat dan pulang dengan lebih aman dan nyaman,” tegas Bupati.

Pemerintah daerah juga menitipkan pesan kepada para pengguna jasa dan penyedia layanan Pelajar diharapkan menjaga kedisiplinan, mematuhi aturan di dalam armada, serta menghormati para petugas, dab Pengemudi dan Petugas diinstruksikan untuk selalu mengedepankan standar keselamatan berkendara (safety driving) dan memberikan pelayanan prima kepada para siswa.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap hambatan geografis dan biaya transportasi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Program ini diharapkan menjadi tonggak terciptanya budaya berlalu lintas yang lebih tertib di kalangan generasi muda Bojonegoro. (Prokopim)