Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Tuntaskan 14,8 KM Jaringan Irigasi Baru

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Tuntaskan 14,8 KM Jaringan Irigasi Baru

Sebarkan artikel ini
89F89D39 D1AC 457D 89ED E06FA925F6AE

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus memacu pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi hingga akhir tahun 2025.

Langkah ini diambil sebagai pilar utama dalam mendongkrak produktivitas pertanian dan menjamin kesejahteraan petani di wilayah setempat.

Berdasarkan data terbaru, program penguatan infrastruktur pengairan ini menunjukkan progres yang sangat signifikan. Pembangunan jaringan irigasi tercatat menyasar 108 desa, sementara rehabilitasi dilakukan di 11 desa strategis.

Hingga saat ini, sebanyak 72 lokasi pembangunan dan 4 lokasi rehabilitasi telah dinyatakan tuntas 100%. Total panjang jaringan irigasi yang berhasil dikerjakan mencapai 14.851,80 meter.

Keberhasilan proyek ini berdampak langsung pada kualitas infrastruktur air di Bojonegoro. Tercatat, kondisi jaringan irigasi dengan kategori “Baik” melonjak drastis, dari semula 190.513,08 meter kini menjadi 205.364,88 meter.

Kepala Dinas PU SDA, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa ketersediaan air yang stabil adalah kunci stabilitas ekonomi perdesaan.

“Infrastruktur irigasi yang memadai adalah fondasi. Kami ingin memastikan petani tidak lagi khawatir soal pasokan air, baik di musim hujan maupun kemarau. Air yang lancar berarti panen yang stabil,” ujar Helmy.

Pembangunan masif ini membawa perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat tani, di antaranya:

• Jaminan Distribusi Air: Pasokan air lebih merata sepanjang musim, sehingga meminimalisir risiko gagal panen akibat kekeringan.

• Peningkatan Intensitas Tanam: Akses air yang stabil memungkinkan petani meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

• Efisiensi Operasional: Petani dapat menghemat biaya produksi karena tidak lagi bergantung pada penggunaan pompa air manual atau irigasi darurat yang mahal.

• Kemandirian Pangan: Dengan suplai air yang lancar, Bojonegoro semakin kokoh dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dari hasil produksi lokal.

Dinas PU SDA menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk ekonomi daerah. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, volume dan kualitas hasil panen diharapkan terus meningkat secara konsisten.

“Kami terus berkomitmen melanjutkan pembangunan secara terukur dan merata di seluruh desa. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Bojonegoro tetap menjadi lumbung pangan yang tangguh di masa depan,” pungkas Helmy.