Infotaiment

PJI Lamongan Gelar Sambang Desa di Gunungrejo, Dorong Transparansi

liputanbojonegoro637
×

PJI Lamongan Gelar Sambang Desa di Gunungrejo, Dorong Transparansi

Sebarkan artikel ini
8AC8F5B0 0B30 4680 BB09 1C73BA319CB2

Liputanbojonegoro.com, Lamongan – Guna mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan informatif, Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan “Sambang Desa” di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Kamis (21/5/2026).

Agenda ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, insan pers, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan komunikasi publik yang sehat, terbuka, serta berimbang.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus PJI Lamongan, unsur Polsek dan Koramil Kedungpring, perwakilan Korem 082/CPYJ, serta berbagai elemen masyarakat mulai dari penggerak PKK, Karang Taruna, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat setempat.

Ketua PJI Kabupaten Lamongan, Handoyo, menegaskan bahwa media memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar penyampai informasi.

Di tengah derasnya arus hoaks di media sosial, keberadaan media arus utama (mainstream) menjadi sangat krusial sebagai pilar edukasi dan literasi publik.

“Ketika pemerintah desa dan media berjalan bersama, maka transparansi akan tumbuh, kepercayaan masyarakat meningkat, dan pembangunan desa bisa berjalan lebih baik,” ujar Handoyo

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Gunungrejo, Suyono, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif PJI. Menurutnya, perangkat desa perlu memperluas wawasan terkait pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan media demi kelancaran program kerja desa.

“Sinergi dengan media perlu terus dibangun karena informasi pembangunan desa harus bisa diketahui masyarakat secara luas secara cepat dan tepat,” tutur Suyono.

Selain membahas urgensi transparansi, kegiatan ini juga menyentuh aspek keamanan digital. Perwakilan Polsek Kedungpring, A. Nur Adi, memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dan menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial.

“Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Bijak bermedia sosial menjadi langkah penting menjaga lingkungan tetap kondusif dari provokasi digital,” tegas Nur Adi.

Sebagai bentuk edukasi praktis, PJI Lamongan juga memberikan pembekalan kepada perangkat desa mengenai tata cara menghadapi jurnalis secara profesional dan komunikatif.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain Sikap Terbuka Menerima jurnalis sebagai mitra informasi, Fokus Wawancara Memahami arah dan substansi pertanyaan yang diajukan, Juru Bicara yang Tepat Menunjuk perwakilan desa yang berkompeten untuk memberikan keterangan ,dan Akurasi Data Menyiapkan data pendukung yang valid agar informasi yang keluar ke publik tetap akurat.

Melalui program Sambang Desa ini, PJI Lamongan berharap dapat terus membangun kemitraan strategis dengan seluruh lini pemerintahan desa di Lamongan, demi mewujudkan wilayah yang maju, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat.