Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PAN Bintang Nurani Rakyat, Moch. Choirul Anam, S.Pd., M.AP., melaksanakan reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Dusun Slinggang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) IV untuk menyampaikan keluh kesah secara langsung kepada wakil rakyat.
Hadir dalam agenda tersebut, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro sekaligus Ketua DPD PAN Bojonegoro, Lasuri, jajaran Muspika, Kepala Desa Sidomulyo, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Choirul Anam menegaskan bahwa reses adalah instrumen resmi untuk memastikan pembangunan di Bojonegoro tidak hanya terpusat, tetapi merata hingga ke pelosok desa.
“DPRD tidak cukup hanya bekerja di ruang rapat. Kami harus turun ke lapangan untuk memahami kondisi riil masyarakat. Masukan dari bapak dan ibu sekalian akan kami jadikan dokumen resmi untuk diparipurnakan dan diperjuangkan kepada pemerintah daerah,” ujar Anam.
Dalam sesi dialog, suasana hangat menyelimuti diskusi antara warga dan anggota dewan. Dua isu utama yang mencuat adalah:
1. Pelestarian Satwa: Khoyum, salah satu tokoh masyarakat, mendesak adanya regulasi atau edukasi tegas terkait larangan menjaring burung liar. Menurutnya, praktik penangkapan masif ini mengancam ekosistem dan populasi burung lokal seperti perkutut.
2. Kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Warga memberikan kritik tajam terkait pelaksanaan program MBG. Menu yang disajikan dinilai belum memenuhi standar gizi yang diharapkan dan tidak sebanding dengan nilai anggaran per porsi yang telah dialokasikan.
Merespons keluhan mengenai kualitas makanan sekolah (MBG), Choirul Anam berjanji akan segera membawa persoalan ini ke meja komisi terkait.
Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD akan diperketat agar program unggulan tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi anak-anak.
“Kami akan meminta penjelasan dari pihak pelaksana dan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Program ini menggunakan anggaran negara, jadi kualitas gizi untuk anak-anak tidak boleh dikompromikan,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung di Dapil IV (Bubulan, Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Gondang, dan Sekar) ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal usulan warga hingga masuk dalam kebijakan pemerintah kabupaten.






