Pemerintahan

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, TPQ Hidayatul Umam Madiun Gelar Pengajian Akbar dan Santunan

liputanbojonegoro637
×

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, TPQ Hidayatul Umam Madiun Gelar Pengajian Akbar dan Santunan

Sebarkan artikel ini
79028F3E B4DE 4151 9421 28DAB755C590

Liputanbojonegoro.com, Madiun – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Baiturrahim, Dusun Ngepeh, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

TPQ Hidayatul Umam sukses menggelar Pengajian Akbar sekaligus Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa ke-IX dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada Rabu malam (8/7/2026).

Kegiatan tahunan yang dihadiri oleh ratusan jemaah dari berbagai kalangan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Selain dihadiri masyarakat sekitar, acara ini juga dihadiri oleh Gus Faisol Amir dari Dolopo selaku penceramah, Kepala Desa Sukorejo Yoyon Mahmudi, S.Sos., Kepala TPQ Hidayatul Umam Kiai Ahmad Poniran, para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta wali santri.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukorejo, Yoyon Mahmudi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengajar TPQ Hidayatul Umam yang dengan ikhlas mendidik karakter generasi muda.

Menurutnya, pendidikan agama merupakan pondasi utama anak-anak agar tidak terseret arus negatif perkembangan teknologi informasi.

“Putra-putri panjenengan semua adalah generasi penerus bangsa. Di era teknologi informasi seperti sekarang, apabila tidak dibekali ilmu agama tentu akan sangat mengkhawatirkan.

Salah satu pondasi agar menjadi generasi yang kuat dan berhasil adalah pendidikan agama,” ujar Yoyon di hadapan ratusan jemaah.

Yoyon juga mengajak para orang tua untuk konsisten mendukung anak-anaknya belajar mengaji.

Pada kesempatan yang sama, ia memaparkan program sosial Pemerintah Desa Sukorejo melalui KPN Barokah, sebuah wadah pengelolaan sedekah, infak, dan zakat yang disalurkan secara berkelanjutan kepada warga yang membutuhkan, tidak hanya pada momen bulan Muharam saja.

Kepala TPQ Hidayatul Umam, Kiai Ahmad Poniran, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi acara yang telah menginjak tahun kesembilan ini.

Ia berterima kasih kepada panitia dan para donatur yang telah menyisihkan materi maupun tenaga.

Namun, Kiai Ahmad Poniran juga memberikan catatan penting kepada para wali santri terkait kedisiplinan waktu belajar anak di TPQ.

Ia meminta agar orang tua tidak menjemput anak sebelum jam pelajaran benar-benar selesai.

“Setelah kegiatan membaca dan menulis masih ada doa bersama sebagai bagian dari pendidikan karakter. Jika memang ada keperluan mendesak, silakan meminta izin terlebih dahulu kepada ustaz atau ustazah yang mengajar,” tegasnya.

Senada dengan Kepala TPQ, Gus Faisol Amir dalam tausiahnya juga menyoroti pentingnya menghormati proses belajar mengajar.

Ia menegaskan bahwa ketika orang tua sudah memercayakan anaknya kepada guru, maka kenyamanan dan ketertiban kelas harus dijaga bersama.

Keberhasilan pendidikan anak, menurutnya, tidak bisa bertumpu pada satu pihak melainkan butuh sinergi kuat antara lembaga pendidikan dan orang tua di rumah.

“Kehadiran di majelis ilmu seperti ini adalah sarana memperbaiki akhlak. Orang tua harus memberikan dukungan penuh dan menghormati proses pembelajaran yang sedang berlangsung,” pesan Gus Faisol dalam ceramahnya.

Acara yang berlangsung hingga malam hari ini ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Melalui agenda rutin ini, TPQ Hidayatul Umam berharap dapat terus mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah, peduli sesama, dan siap menghadapi tantangan zaman.