Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025 untuk memperkuat infrastruktur daerah. Salah satu realisasi nyata terlihat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, yang kini memiliki jalan poros desa mulus setelah mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,45 miliar.
Kepala Desa Sidomulyo, Hari Agus Sugiharto, S.E., mengungkapkan bahwa proyek pengaspalan sepanjang 778 meter tersebut saat ini telah mencapai progres fisik 95 persen.
Pembangunan jalan dengan lebar 4 meter ini dibagi menjadi dua lokasi strategis untuk mempermudah akses mobilitas warga:
1. Dusun Gendong: Sepanjang 546 meter yang menghubungkan Dusun Sepat (Desa Megale) menuju Dusun Tauran (Desa Tlogoagung).
2. Dusun Gembol: Sepanjang 232 meter yang menjadi akses penghubung utama antara Desa Sidomulyo dengan Desa Jamberejo.
“Program BKKD ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas infrastruktur. Jalan ini memiliki peran strategis bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas antarwilayah, apalagi Sidomulyo merupakan wilayah perkotaan di Kecamatan Kedungadem,” ujar Hari Agus saat dikonfirmasi, Selasa (06/01/2026).
Hari Agus menambahkan, penentuan titik lokasi pembangunan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan berdasarkan usulan dan aspirasi masyarakat yang kemudian diajukan melalui proposal ke Pemerintah Kabupaten.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Harapannya, program ini terus berlanjut hingga menjangkau Dusun Slinggang agar konektivitas di wilayah Kedungadem semakin merata,” tambahnya.
Kondisi jalan yang kini mulus disambut antusias oleh warga setempat. Suwarno, salah satu warga Dusun Gendong, mengenang kondisi jalan sebelumnya yang rusak parah dan sulit dilalui.
“Dulu jalannya rusak parah, sangat menghambat aktivitas. Sekarang sudah mulus, transportasi jadi lancar, aman, dan nyaman. Terima kasih Pemkab Bojonegoro sudah memperhatikan jalan desa kami,” kata Suwarno.
Pembangunan infrastruktur melalui BKKD ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi masyarakat desa, mengingat akses jalan yang baik akan menurunkan biaya logistik dan mempercepat arus barang serta jasa di tingkat pedesaan.






