Pemerintahan

Sinergi Pemkab Bojonegoro dan STIT Muhammadiyah Siapkan SDM Menuju Indonesia Emas

liputanbojonegoro637
×

Sinergi Pemkab Bojonegoro dan STIT Muhammadiyah Siapkan SDM Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
1E75B7AF 8EC2 4B1F 89F6 CA73209B1F27

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mentransformasi dunia pendidikan.

Salah satu bukti nyata ditunjukkan melalui pengalokasian anggaran fantastis senilai lebih dari Rp40 miliar yang dikhususkan untuk berbagai program beasiswa bagi putra-putri daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat menghadiri Seminar Nasional dalam rangka Milad ke-40 STIT Muhammadiyah Bojonegoro yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Senin (29/6/2026).

Seminar nasional yang mengusung tema “Rekonstruksi Pendidikan Berbasis Masyarakat: Transformasi Pendidikan dan Penguatan Karakter Sebagai Pilar Kemajuan Bangsa” ini menjadi wadah kolaborasi penting antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menekankan bahwa kemajuan sektor pendidikan tidak bisa digarap sepihak. Diperlukan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan tinggi dan Pemkab Bojonegoro, yang dalam pelaksanaannya dimotori oleh Dinas Pendidikan.

“Aset pendidikan ini harus dapat diwujudkan menjadi keberhasilan anak-anak di masa depan. Semua keberhasilan membutuhkan proses, tidak ada yang datang secara tiba-tiba,” tegas Nurul Azizah di hadapan para peserta seminar.

Ia merinci, anggaran lebih dari Rp40 miliar yang disiapkan pemerintah daerah difokuskan untuk menjembatani siswa lulusan SLTA menuju jenjang Perguruan Tinggi.

Program ini direalisasikan melalui lima skema beasiswa strategis, yaitu Beasiswa 10 Sarjana 1 Desa,  Beasiswa Scienties, Beasiswa Gus dan Ning, Beasiswa melalui Dinas Pendidikan, dan  Dukungan dana penyelesaian tugas akhir (skripsi/tesis)

Langkah progresif ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya Generasi Emas 2045 dari bumi Bojonegoro.

Senada dengan semangat transformasi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Suwito, mengingatkan para praktisi pendidikan untuk adaptif terhadap derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, metode pembelajaran manual harus segera bermutasi mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Kalau kita tertinggal perkembangan zaman, maka anak-anak juga akan tertinggal. Namun selain teknologi, kita juga harus terus menanamkan nilai kejujuran karena kejujuran yang akan mengantarkan kita kepada kebaikan,” tutur Suwito.

Di sisi lain, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Arif Susanto, mengungkapkan bahwa seminar nasional ini merupakan agenda utama sekaligus penutup dari seluruh rangkaian perayaan Milad ke-40 kampus.

Sebagai lembaga pencetak peradaban, STIT Muhammadiyah Bojonegoro tidak hanya fokus pada aspek akademis, melainkan juga mulai menyentuh sektor ekonomi hilir mahasiswa.

“Kami memiliki berbagai program ke depan, salah satunya adalah inkubator wirausaha. Harapannya, lulusan kami tidak hanya berpendidikan baik, tetapi juga menjadi generasi yang produktif, bukan sekadar konsumtif,” pungkas Arif.

Untuk membedah konsep pendidikan berbasis masyarakat, seminar ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten di bidangnya, yaitu:

 H. M. Yazid Mar’i, yang memaparkan materi mengenai Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Keagamaan.

 Assoc Prof. Dr. Ibnu Habibi, yang mengulas tentang Penguatan Karakter dan Inovasi Pendidikan Berbasis Masyarakat.

 Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, yang membedah peta jalan Transformasi Pendidikan Desa Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas.

Melalui momentum milad ini, kolaborasi antara pemangku kebijakan dan institusi pendidikan di Bojonegoro diharapkan semakin solid demi melahirkan mutiara-mutiara daerah yang siap bersaing di kancah global.