KesehatanPeristiwa

SMSI Lamongan Kampanye Air Putih dan Cek Kesehatan Gratis di SDN Laladan

×

SMSI Lamongan Kampanye Air Putih dan Cek Kesehatan Gratis di SDN Laladan

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Puskesmas Deket menggelar Bakti Sosial Kesehatan di SDN Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan.

Kegiatan yang menyasar 89 siswa ini merangkaikan edukasi pola hidup sehat, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Dalam kegiatan tersebut, SMSI Lamongan mengampanyekan pentingnya mengonsumsi air putih dan mengimbau siswa membawa botol minum sendiri ke sekolah.

Langkah ini bertujuan untuk membatasi konsumsi minuman kemasan tinggi gula serta makanan cepat saji yang berisiko memicu obesitas, hipertensi, dan diabetes sejak usia dini.

“Air putih membantu menjaga konsentrasi belajar, mengatur suhu tubuh, mendukung aktivitas fisik, serta membantu ginjal membuang sisa metabolisme,” ujar Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar. Ia juga mengingatkan agar pengawasan penggunaan obat pada anak selalu dilakukan oleh orang tua sesuai petunjuk medis.

Sementara itu, tim medis Puskesmas Deket melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang mencakup kondisi fisik umum, mata, telinga, kesehatan gigi dan mulut, hingga pemeriksaan kadar gula darah dan hemoglobin (Hb). Imunisasi BIAS juga diberikan khusus kepada 30 siswa dari kelas 1 dan kelas 5.

Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhria, menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan siswa SDN Laladan terpantau baik. M

Meski demikian, pemeriksaan rutin tetap vital karena pihaknya masih menemukan kasus gangguan penglihatan, hipertensi, hingga kadar gula darah tinggi pada anak usia sekolah di wilayah Deket.

“Kasus ringan ditangani di Puskesmas, sedangkan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut seperti gula darah tinggi dan hipertensi akan dirujuk ke rumah sakit,” jelas dr. Ratih.

Kepala Sekolah SDN Laladan, Amindarti, S.Pd., menyambut positif sinergi ini. Menurutnya, deteksi dini melalui CKG membantu sekolah dan orang tua menangani masalah kesehatan anak lebih awal, termasuk gangguan penglihatan akibat kebiasaan membaca yang keliru atau penggunaan gawai berlebihan.

Melalui kolaborasi ini, pihak sekolah dan Puskesmas berharap pembiasaan hidup sehat dapat terbangun dari lingkungan sekolah demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *