Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Kelompok Peternak Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Mega Jaya di Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, membuktikan keberhasilannya dalam menjaga kemandirian dan kekompakan usaha peternakan warga.
Berdiri sejak 2012, kelompok ternak ini kini tumbuh menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa setempat.
Sekretaris SPR Mega Jaya, Darwanto, mengungkapkan bahwa saat ini kelompoknya memiliki 78 anggota dengan populasi ternak mencapai lebih dari 118 ekor sapi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 ekor berada di dalam kandang kelompok dan sisanya tersebar di luar kandang.
“Kelompok ini awal mulanya terbentuk dari program peningkatan sumber daya manusia hasil kerja sama Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Walaupun kami sudah deklarasi mandiri sejak tahun 2016, pendampingan dari pemerintah daerah masih terus berjalan,” ujar Darwanto.
Dalam operasionalnya, SPR Mega Jaya melibatkan delapan orang perawat ternak atau penggaduh. Kelompok ini menerapkan sistem bagi hasil penjualan ternak dengan proporsi 80 persen untuk pemilik dan 20 persen untuk penggaduh atau kelompok.
Darwanto mengapresiasi pelayanan kesehatan hewan dari Disnakkan Bojonegoro yang dinilai sangat responsif dan sigap, bahkan di luar jam kerja.
Menurutnya, kepastian pelayanan kesehatan dan kestabilan harga pasar saat ini sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha para peternak kecil.
Ke depannya, SPR Mega Jaya berharap Pemkab Bojonegoro terus memberikan dukungan sarana dan prasarana penunjang peternakan.
Kelompok berharap adanya bantuan pembuatan sumur bor untuk menjaga pasokan Hijauan Makanan Ternak (HMT) serta pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) guna menekan biaya dan waktu operasional.






