Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong 30 pejabat administrator (eselon III) untuk menjadi penggerak perubahan dan melahirkan inovasi nyata dalam pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan dalam penutupan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Kantor Pemkab Bojonegoro, Jumat (11/09/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi seluruh peserta dan menegaskan bahwa pengembangan kompetensi aparatur bukan sekadar proses administratif.
Langkah ini merupakan bentuk persiapan penting agar para pejabat siap memikul amanah yang lebih besar.
Dalam arahannya, Nurul menekankan pentingnya kontrol emosi dan penggunaan data akurat dalam proses pengambilan keputusan birokrasi.
“Ketika mengambil keputusan, emosionalnya harus dikesampingkan. Yang dibutuhkan adalah sehat jiwa dan sehat pikir,” ujar Nurul Azizah.
Ia juga mengajak para pejabat untuk bekerja dengan empati dan turun langsung melihat persoalan masyarakat, seperti mengatasi kesulitan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Pengajaran dan Kompetensi BPSDM Jawa Timur, Heru Chaerussalaeh, mengingatkan bahwa ujian sebenarnya bagi para peserta dimulai saat mereka kembali ke instansi masing-masing.
Ia meminta inovasi yang dirancang selama pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka.
“Pelatihan kepemimpinan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perjalanan transformasi diri.
Perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi publik menuntut pemimpin birokrasi untuk terus beradaptasi dan berkolaborasi,” pungkas Heru.






