PemerintahanPeristiwa

DLH Bojonegoro dan EMCL Gelar Kampanye Biopori dan Penanaman Pohon di Padangan

×

DLH Bojonegoro dan EMCL Gelar Kampanye Biopori dan Penanaman Pohon di Padangan

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Kampanye Biopori dan Penanaman Pohon di Dusun Tobo, Desa Kendung, Kecamatan Padangan, Senin (14/9/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendorong konservasi air bersih dan kelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Program Gerakan Konservasi Air Melalui Biopori Berbasis Penguatan Kelompok Perempuan Tahun 2026 bertajuk “Banyu Kangge Urip”.

Inisiatif ini berjalan melalui kolaborasi antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan Sikas Bhakti Nusantara.

Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, menyatakan bahwa kehadiran dinas dalam giat ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap aksi lingkungan berbasis komunitas.

Aksi tersebut sekaligus menjalankan Surat Edaran Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, Nomor 800/48/412.217/2026 tertanggal 15 Januari 2026 tentang konservasi sumber daya air.

“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan resapan air dan kepedulian lingkungan.

Ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendorong pengelolaan lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Luluk pada Senin (14/9/2026).

Dalam aksi lapangan tersebut, warga mendapatkan edukasi teknis mengenai pembuatan dan efektivitas pemanfaatan lubang resapan biopori.

Selain berfungsi mengoptimalkan penyerapan air ke dalam tanah, biopori juga dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

Tak hanya biopori, peserta juga melakukan penghijauan dengan menanam pohon di sekitar kawasan permukiman untuk memperkuat vegetasi lokal.

Lewat keterlibatan aktif kelompok perempuan dan warga desa, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem dari tingkat tapak.

Ke depan, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang sinergi bersama dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat luas demi mewujudkan kawasan Bojonegoro yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *