Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Guna menyikapi dampak kekeringan akibat kemarau panjang, Kodim 0813 Bojonegoro menggelar aksi tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan 133.000 liter air bersih pada Kamis (17/9/2026).
Penyaluran menggunakan armada truk tangki tersebut menargetkan pemukiman warga dan fasilitas pendidikan di enam kecamatan yang terdampak paling parah.
Penyaluran air bersih ini distributed secara proporsional sesuai tingkat kebutuhan wilayah sasaran.
Alokasi terbesar menyasar dua wilayah, yakni Kecamatan Kapas sebesar 32.000 liter—terbagi untuk Desa Tapelan dan Desa Bendo masing-masing 16.000 liter—serta Kecamatan Dander sebesar 32.000 liter.
Di Dander, bantuan dialokasikan untuk Desa Sumodikaran sebanyak 8.000 liter dan menunjang kebutuhan santri serta pengurus Ponpes Izzatul Ummah Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem sebanyak 24.000 liter.
Sementara itu, pasokan air bersih juga dikirim ke Kecamatan Malo sebanyak 21.000 liter untuk Dusun Kidangan Desa Sukorejo (5.000 liter), Desa Ngujung (8.000 liter), dan Desa Petak (8.000 liter).
Tiga kecamatan lainnya masing-masing menerima pasokan 16.000 liter, meliputi Kecamatan Tambakrejo (Dusun Kramanan Desa Jatimulyo), Kecamatan Ngambon (Desa Nglampin dan Desa Sengon), serta Kecamatan Ngasem (Desa Butoh).
Koordinator kegiatan, Kapten Inf Surahmat, menyatakan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan komitmen moral dan kepedulian sosial TNI AD untuk hadir membantu warga yang sedang mengalami krisis air.
“Harapannya, pasokan air ini dapat meringankan beban kebutuhan harian warga di wilayah binaan, khususnya mereka yang sangat kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau,” ujar Kapten Inf Surahmat.
Pihak Kodim 0813 Bojonegoro memastikan bakal terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan bersiap menyalurkan bantuan susulan selama musim kemarau masih berlangsung.
Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan ketersediaan air bersih tersebut secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok harian.







