PemerintahanPendidikan

Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya untuk Dorong UMKM Go International

×

Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya untuk Dorong UMKM Go International

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro resmi membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Sinergi ini difokuskan pada pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam ajang International Community Development Thematic Sustainable Development Goals (SDGs) yang digelar di Ruang Rapat Creative Room Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (18/9/2026).

Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif UB. Ia berharap kolaborasi ini tidak sekadar meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka jejaring pasar global yang lebih luas.

“Harapan kami tidak hanya dengan Timor-Leste, tetapi peluang kerja sama ini dapat diperluas ke negara-negara lain seperti Malaysia, Brunei, Thailand, dan lainnya,” ujar Cantika.

Cantika menjelaskan, sejumlah perajin batik Bojonegoro sejatinya telah memiliki pengalaman merambah pasar mancanegara.

Namun, pendampingan dari perguruan tinggi tetap diperlukan untuk memperkuat berbagai sektor vital, mulai dari kualitas desain, kemasan, branding, pemasaran digital, storytelling, hingga analisis tren pasar.

Selain produk kain, Dekranasda Bojonegoro terus mendorong diversifikasi produk turunan batik seperti sepatu, tas, aksesori, dekorasi, hingga suvenir.

Sebelumnya, Dekranasda juga telah bermitra dengan ISI Surakarta untuk memperkuat filosofi motif batik berbasis identitas lokal.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Masyarakat Internasional SDGs UB, Setyo Tri Wahyudi, menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini tidak sekadar berkunjung, tetapi benar-benar menghasilkan kerja sama yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Setyo.

Melalui kemitraan strategis ini, ekosistem UMKM di Bojonegoro diharapkan semakin solid, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *