Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menghadiri Peringatan Hari Tani Nasional yang digelar oleh Pemerintah Desa Sukoharjo bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di kawasan Agroforestry Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Rabu (6/10/2026).
Kegiatan yang mengusung slogan “Petani berjaya, alam sehat, pangan selamat” ini turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Zainal Fanani, jajaran Forkopimcam Kalitidu dan Gayam, serta ratusan petani dari delapan desa di sekitar wilayah operasi hulu migas.
Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan EMCL, Rizki Ramadan, memaparkan keberhasilan program Sekolah Lapang Pertanian yang bermitra dengan Yayasan Field Indonesia sejak 2020.
Program yang menjangkau lebih dari 600 petani di delapan desa wilayah Kalitidu dan Gayam ini terbukti membawa dampak positif signifikan bagi efisiensi dan hasil panen warga.
Dampak Program Sekolah Lapang Pertanian Produktivitas: Meningkat hingga 23% dengan rata-rata hasil panen mencapai 8,1 ton per hektar, Biaya Operasional: Hemat hingga 30%, dan Penggunaan Pupuk Kimia: Berhasil ditekan hingga 50%.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasinya kepada EMCL dan menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro untuk terus menempatkan sektor pertanian sebagai fokus prioritas daerah.
Beliau menekankan pentingnya membangun kemandirian petani melalui efisiensi biaya produksi serta pemanfaatan limbah.
“Khusus untuk pertanian, saya di mana pun selalu berusaha untuk hadir. Tujuannya cuma satu, hanya ingin memberikan spirit, semangat, dan memastikan bahwa kita itu pengin bermimpi sebagai kabupaten yang lumbung pangan,” tegas Bupati Setyo Wahono.
Ia juga meminta EMCL dan tim pendamping untuk mendetailkan hasil keberhasilan demonstrasi plot (demplot) agar ilmunya dapat direplikasi oleh masyarakat luas dan tidak berhenti sebagai proyek percontohan semata.
Sementara itu, Kepala Desa Sukoharjo, Sulistyawan, menjelaskan bahwa kawasan agroforestry di bantaran Sungai Bengawan Solo diinisiasi sebagai area konservasi lingkungan, penyerapan emisi karbon, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Ke depan, Pemdes Sukoharjo berencana mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata edukasi dan outbound berbasis lingkungan demi mendongkrak perekonomian warga lokal.



