Bojonegoro , Liputanbojonegoro.com — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembenihan Ikan Lele pada hari Kamis, (29/10/2026), di Aula Kantor Disnakkan Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis para pembudidaya agar mampu menghasilkan benih berkualitas tinggi sebagai fondasi utama keberhasilan budidaya ikan.
Acara tersebut dihadiri oleh para pelaku usaha perikanan, Unit Pembenihan Rakyat (UPR), serta kelompok pembudidaya ikan dari berbagai pelosok wilayah Bojonegoro.
Sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kemandirian ekonomi masyarakat, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, secara simbolis menyerahkan bantuan bibit ikan lele beserta sarana pendukungnya kepada perwakilan kelompok yang hadir.
Dalam laporan pembukaannya, Kepala Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, menyampaikan gambaran umum mengenai potensi dan capaian sektor perikanan daerah yang menunjukkan tren positif dan kian produktif.
Beberapa poin penting perkembangan sektor perikanan Bojonegoro antara lain:
1. Kekuatan Kelompok Perikanan: Bojonegoro saat ini memiliki 224 kelompok perikanan aktif, yang terdiri dari 148 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), 40 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar), 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB), dan 6 Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas)
2. Produksi Benih Unggul: Balai Benih Ikan (BBI) berhasil mencatatkan produksi hingga 1,145 juta benih. Dari angka tersebut, komoditas lele mendominasi sebanyak dua pertiga dari total produksi atau sekitar 3.800 ton per tahun.
3. Program Restocking: Hingga September 2026, program penebaran ikan (restocking) di fasilitas umum seperti embung, waduk, serta berbagai lembaga (sekolah, pondok pesantren, hingga instansi kepolisian) telah mencapai 292.000 ekor.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberi motivasi kepada seluruh peserta agar tetap gigih, tekun, dan inovatif dalam menjalankan usaha pembenihan lele. Ia menilai sektor ini memiliki nilai ekonomi tinggi yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.
“Usaha pembenihan lele ini memiliki prospek yang sangat cerah. Selain dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendongkrak kesejahteraan, sektor ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mengentaskan kemiskinan di Bojonegoro,” ujar Nurul Azizah.
Melalui sinergi, kerja keras pembudidaya, serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah, Bimtek Pembenihan Ikan Lele ini diharapkan mampu mencetak pembudidaya yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi demi terwujudnya masyarakat Bojonegoro yang sejahtera, bahagia, dan makmur. (Prokopim)






