Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Gelar FGD Penyelarasan Program Pramuka

×

Pemkab Bojonegoro Gelar FGD Penyelarasan Program Pramuka

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sinkronisasi dan Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (3/11/2026).

Mengusung tema “Menyelaraskan Langkah dan Menguatkan Karakter Generasi Muda Bojonegoro”, agenda ini berfokus pada penyelarasan program kepramukaan dengan visi-misi prioritas pembangunan daerah, penguatan karakter, serta peningkatan peran aktif pemuda.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro Arief Nanang, Ketua Harian Kwarcab Hanafi beserta jajaran pengurus, perwakilan Kemenag, Kacab Dindik Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Pendidikan Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan pentingnya evaluasi peran Pramuka agar terus relevan mendampingi pembangunan daerah.

Karakter Pramuka yang sigap, cekatan, dan tegas dinilai menjadi modal vital dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

“Anggota Pramuka dikenal sigap, cekatan, tegas, dan berkarakter. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka harus mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan sosial dan mendukung program prioritas daerah,” tegas Nurul.

Beberapa persoalan krusial yang menjadi fokus penanganan meliputi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Pencegahan dan penanganan HIV/AIDS, dan Penertiban data penerima bansos BPNTD agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Wabup Nurul juga mengapresiasi aksi nyata pengurus Kwarcab Bojonegoro yang turun langsung menyalurkan bantuan air bersih (dropping) ke desa-desa yang membutuhkan.

Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis bagi tumbuh kembang pemuda.

Sinergi program antara Pramuka dan Pemkab Bojonegoro dinilai sangat penting, mengingat Gen Z mulai memegang peranan di berbagai sektor.

“Kabupaten Bojonegoro butuh generasi penerus yang terus bersinergi sesuai visi misi Bojonegoro ke depan. Gen Z mulai menunjukkan perannya di berbagai sektor. Maka pendidikan karakter sangat penting,” ujar Arief.

Sesi FGD ini menghadirkan empat narasumber kepramukaan Hanafi (Ketua Harian Kwarcab Bojonegoro), Ribut Margo Mulyanto (Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan), M. Djian (Ketua Pusdiklatcab Bojonegoro), dan Bangun Setiyawan Nugroho (Sekretaris Kwarcab Bojonegoro)

Di sela-sela forum, Wabup Nurul Azizah memaparkan deretan pencapaian strategis Kabupaten Bojonegoro di sektor prioritas:

Produsen Padi Tertinggi Jatim Data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS amatan September 2026 yang dirilis 2 November 2026 menempatkan Bojonegoro sebagai kabupaten produsen padi nomor satu di Jawa Timur.

Penurunan Kemiskinan: Angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro berhasil mencatatkan penurunan paling signifikan sepanjang tahun 2026.

Layanan Kesehatan Unggulan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo menduduki peringkat ke-2 di Jatim dan peringkat ke-3 nasional untuk fasilitas pelayanan jantung versi Kemenkes.

Sebanyak 5 rumah sakit ditargetkan siap melayani penanganan cuci darah (hemodialisis) pada Januari 2027, Pembangunan RS Jiwa di Kalitidu rampung pada akhir tahun 2026, dan Rencana pembangunan Panti Lansia untuk merawat lansia sebatang kara yang ditanggung penuh oleh negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *