PemerintahanPertanian

Bojonegoro Tingkatkan Pengelolaan Air Irigasi: Wakil Bupati Nurul Azizah Pimpin Pembinaan HIPPA

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Tingkatkan Pengelolaan Air Irigasi: Wakil Bupati Nurul Azizah Pimpin Pembinaan HIPPA

Sebarkan artikel ini
E1aa28a6 66ba 4f90 9286 c52f121a84b1

Liputanbojonegoro.com​, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat strategi pengelolaan sumber daya air demi meningkatkan ketersediaan air irigasi, yang menjadi kunci utama sektor pertanian. Upaya ini dibuktikan dengan kelanjutan pembangunan Bendungan Karangnongko dan rencana pengembangan Waduk Pejok, proyek yang diharapkan mampu menambah signifikan daya tampung air untuk mengairi sawah.

​Ketersediaan tampungan air yang bertambah ini menuntut adanya pengelolaan yang terstruktur dan terkoordinasi. Oleh karena itu, sinergi erat antara BBWS Bengawan Solo (pemerintah pusat), pemerintah provinsi, dan Pemkab Bojonegoro menjadi fokus utama agar tata kelola pengairan berjalan optimal.

​Komitmen tersebut dikukuhkan melalui kegiatan pembinaan bagi Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Gabungan HIPPA (GHIPPA) Daerah Irigasi (DI) Dander, Ngunut, Balong, dan 14 DI lainnya. Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, pada Rabu, 24 September 2025, di Balai Desa Sumberagung, Dander, ini menghadirkan narasumber dari BBWS Bengawan Solo.

​Wabup Nurul Azizah menekankan bahwa pembinaan ini merupakan upaya nyata Pemkab untuk menyemangati pengurus HIPPA/GHIPPA agar dapat menjalankan tugas mereka sebaik-baiknya dalam melayani anggota, terutama dalam hal pembagian air.

​”Ada empat masalah utama dalam meningkatkan sektor pertanian, yaitu pupuk, air, harga pascapanen, dan hama. Masalah air menjadi tanggung jawab Dinas PU SDA, dan wilayah pembinaan ini adalah area dengan pelayanan air terbesar,” jelas Wabup. Ia menambahkan bahwa kesadaran dalam membagi air adalah hal krusial yang perlu ditumbuhkan.

​Tingkatkan Produktivitas Demi Ketahanan Pangan
​Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Helmy Elisabeth, menyatakan bahwa pembinaan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan air, mengingat luas layanan daerah irigasi ini yang paling besar.

​”Kami berkomitmen untuk terus memikirkan dan meningkatkan ketersediaan air di sektor pertanian. Yang terpenting adalah petani bisa menanam dan tidak mengalami gagal panen, guna menjaga Bojonegoro sebagai sumber pangan,” ujar Helmy. Ia juga berpesan kepada pengurus HIPPA/GHIPPA untuk menjaga dan merawat sarana prasarana PU SDA, terutama jaringan irigasi, agar penggunaannya dapat berjalan dengan baik dan bijak.

Mengingat luas lahan sawah baku Bojonegoro yang sangat besar, Wakil Bupati menargetkan peningkatan produktivitas padi hingga melebihi daerah lain. Saat ini, produktivitas padi Bojonegoro tercatat sebesar 710 ribu ton. Untuk mencapai target ambisius ini, Wabup Nurul Azizah menegaskan bahwa sinergi bersama antara semua pihak adalah kunci keberhasilannya. (Prokopim)