Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Program pemerataan infrastruktur yang diusung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menyentuh level desa. Terbaru, Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, berhasil merampungkan pembangunan jalan rigid beton di Dusun Sumur Pandan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).
Proyek jalan sepanjang 680 meter dengan lebar 4,5 meter ini kini menjadi urat nadi utama bagi mobilitas warga. Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, proyek ini menjadi potret keberhasilan pola kerja swakelola yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas di tingkat desa.
Guna menjamin hasil pembangunan tepat sasaran dan berkualitas tinggi, Pemerintah Desa Gayam bersama Inspektorat Kabupaten Bojonegoro melakukan peninjauan langsung di lokasi pada Senin (2/2/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, pengerjaan fisik dinyatakan telah memenuhi seluruh spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Kepala Desa Gayam, Winto, menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) menjadi kunci kelancaran proyek.
“Kami berkomitmen mengelola dana BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara swakelola dan transparan. Manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh warga, khususnya di wilayah RT 29 Dusun Sumur Pandan. Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab atas program ini,” ujar Winto saat ditemui di lokasi peninjauan.
Transformasi jalan yang semula rusak kini memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat desa:
• Akses Pendidikan: Warga mengaku lebih tenang saat mengantar anak sekolah. “Sekarang jauh lebih aman dan nyaman. Dulu jalannya rusak dan licin, sangat berisiko,” ungkap Lasmi, salah satu warga setempat.
• Ketahanan Ekonomi & Pertanian: Bagi petani seperti Yanto, jalan beton ini memangkas kendala distribusi hasil bumi. “Saat hujan tidak lagi becek. Hasil panen mudah diangkut kendaraan, sehingga harga di tingkat petani bisa lebih stabil,” tuturnya.
Secara strategis, infrastruktur baru ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian desa secara berkelanjutan. Pemerintah Desa Gayam pun menaruh harapan besar agar sinergi dengan Pemkab Bojonegoro melalui program BKKD dapat terus berlanjut pada Tahun Anggaran (T.A) 2026 guna menuntaskan perbaikan titik-titik infrastruktur desa lainnya yang masih membutuhkan perhatian.









