Pemerintahan

Semangat Inovasi Bojonegoro: Ekonomi Kreatif Siap Bersaing di Kancah Global

liputanbojonegoro637
×

Semangat Inovasi Bojonegoro: Ekonomi Kreatif Siap Bersaing di Kancah Global

Sebarkan artikel ini
Df533536 7e13 4bcd 839f c16ae84e1c6a

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Semangat kreativitas dan optimisme membangkitkan perekonomian daerah Bojonegoro memuncak dalam acara Gelar Karya Peserta Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekonomi Kreatif Bojonegoro 2025 pada Kamis (16/10/2025). Acara yang diselenggarakan di Bojonegoro Creative Hub (BCH) ini menjadi etalase hasil nyata dari pelatihan intensif yang diikuti oleh 160 peserta sejak 13 Oktober.

Gelar karya ini secara langsung memamerkan potensi besar Bojonegoro untuk tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Bimtek yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro ini berfokus pada lima subsektor strategis, yang menghasilkan produk-produk inovatif:

• Kriya (Kerajinan Tangan): Menghadirkan produk bernilai seni tinggi, seperti tas tangan anyaman dari tali sintetis dan kayu jati, yang sukses memadukan nilai budaya lokal dengan desain modern.

• Kuliner (Barista Kopi): Peserta menunjukkan keahlian meracik minuman, termasuk produk khas daerah seperti Kopi Salak dan berbagai olahan minuman sehat.

• Desain Komunikasi Visual (Packaging): Inovasi terfokus pada perombakan kemasan produk UMKM lokal, seperti keripik sukun dan tempe, untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual pasar.

• Film (Penulisan Naskah): Dipamerkan poster dan sinopsis naskah-naskah film pendek yang berani mengangkat isu dan kearifan lokal Bojonegoro.

• Pengembangan Game (Game Development): Menampilkan prototipe game digital, salah satunya berjudul “GAYATRI,” yang menandai adaptasi cepat Bojonegoro terhadap industri digital.

Cantika Wahono, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas dan kecepatan hasil karya para peserta.

“Alhamdulillah saya sudah melihat semuanya, dan bagus-bagus. Saya tidak menyangka hanya dalam waktu tiga sampai empat hari, mereka sudah bisa menciptakan karya yang sedemikian rupa,” ujar Cantika Wahono.

Beliau menambahkan bahwa pelatihan singkat ini berhasil membentuk lima komunitas baru di Bojonegoro, yang akan menjadi pondasi kuat untuk kolaborasi dan inovasi berkelanjutan. “Saya optimis, saya semakin optimis bahwa ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro bisa bersaing secara nasional, bahkan mudah-mudahan internasional,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Welly Fitrama, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Bojonegoro untuk mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif dan memperkuat peran Komite Ekonomi Kreatif (KEK), yang juga berperan sebagai ex officio BCH.

Acara Gelar Karya ini ditutup dengan harapan besar bahwa produk-produk kreatif lokal Bojonegoro akan mampu menembus pasar yang lebih luas, membawa kesejahteraan bagi pelaku usaha, dan memposisikan Bojonegoro sebagai pusat kreativitas dan produktivitas terkemuka di Jawa Timur. (Prokopim)