Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menjelang penutup tahun 2025 dan menyambut awal tahun 2026, Kabupaten Bojonegoro mencatatkan lima (5) prestasi membanggakan yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat. Capaian ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi lintas sektor yang kuat di daerah tersebut.
Lima capaian utama ini meliputi:
1. Kinerja Terbaik Nasional dalam Penurunan Stunting
Kabupaten Bojonegoro berhasil meraih penghargaan kinerja terbaik secara nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting tahun 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada Rakornas di Jakarta (12/11/2025).
• Penurunan Angka: Angka stunting turun dari 14,1% di tahun 2023 menjadi 12,0% di tahun 2024.
• Insentif Fiskal: Atas prestasi ini, Bojonegoro menerima Dana Insentif Fiskal kategori penurunan stunting sebesar Rp 5,9 miliar.
2. Kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tertinggi Se-Jawa Timur
IPM Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan yang melampaui target, menjadi kenaikan tertinggi di seluruh Jawa Timur.
• Peningkatan IPM: Naik dari 72,75 pada tahun 2024 menjadi 73,74 pada tahun 2025.
• Fokus Pendidikan: Peningkatan ini didukung oleh komitmen Pemkab Bojonegoro dalam mencerdaskan generasi penerus, termasuk penambahan kuota dan jenis Beasiswa Prestasi.
3. Penurunan Angka Kemiskinan Berkelanjutan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Bojonegoro terus berkurang secara signifikan.
• Penurunan Persentase: Persentase kemiskinan turun dari 11,69% (setara 147.330 jiwa) pada tahun 2024, menjadi 11,49% (setara 144.900 jiwa) per September 2025.
• Jumlah Pengurangan: Terjadi pengurangan warga miskin sebanyak 2.430 jiwa dalam periode tersebut.
4. Produksi Padi Terbesar Kedua Se-Jatim
Sektor pertanian Bojonegoro mencatatkan kenaikan produksi gabah terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.
• Kenaikan Produksi: Produksi gabah kering giling (GKG) naik 24,7%, dari 710 ribu ton pada 2024 menjadi 886 ribu ton pada 2025.
• Peringkat di Jatim: Dengan capaian 886 ribu ton, Bojonegoro kini menjadi daerah dengan produksi padi terbesar kedua di Jawa Timur, melampaui Kabupaten Ngawi. (Urutan teratas: Lamongan 904 ribu ton, Bojonegoro 886 ribu ton, Ngawi 775 ribu ton).
5. Angka Pengangguran Terbuka (TPT) Terus Menurun
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bojonegoro menunjukkan tren perbaikan penyerapan tenaga kerja.
• Penurunan TPT: TPT turun secara signifikan dari 4,42% di Agustus 2024 menjadi 3,90% di Agustus 2025.
• Perbaikan Signifikan: Penurunan sebesar 0,52 poin (dari 4,42 ke 3,90) menandakan bahwa berbagai upaya Pemkab dalam peningkatan partisipasi angkatan kerja mulai berdampak positif.
Kelima capaian ini diharapkan menjadi momentum dan penyemangat bagi seluruh jajaran dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro untuk terus meningkatkan layanan dan kualitas hidup di masa mendatang.






