Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe dan Saluran Afvoer di Purwosari

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe dan Saluran Afvoer di Purwosari

Sebarkan artikel ini
CA13116E 8E49 43CA BCE8 D3AD8C6DD46F

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus mempercepat upaya mitigasi kekeringan di wilayah barat.

Langkah strategis dilakukan dengan menormalisasi Kali Jambe dan saluran afvoer di Kecamatan Purwosari guna menjaga ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian setempat.

Kecamatan Purwosari merupakan salah satu kawasan penyangga produksi pangan di Kabupaten Bojonegoro dengan total hasil pertanian mencapai sekitar 14.185 ton.

Namun, saat musim kemarau, kawasan ini kerap menghadapi tantangan besar karena minimnya curah hujan dan kondisi geografisnya.

Berdasarkan survei Kementerian Pertanian, wilayah Purwosari tidak memiliki Cekungan Air Tanah (CAT), sehingga pengairan pertaniannya murni mengandalkan air hujan dan aliran Kali Gandong.

“Memanfaatkan momentum musim kemarau saat debit sungai menyusut, Dinas PU SDA melakukan pengerukan sedimentasi pada dasar saluran afvoer dan Kali Jambe yang merupakan anak sungai Kali Gandong.

Langkah ini dinilai efektif untuk memperluas kapasitas tampung dan memperlancar arus air, sehingga pasokan irigasi dapat menjangkau lahan pertanian secara lebih optimal dan merata.

Sejumlah desa yang selama ini masuk dalam peta rawan kekeringan, seperti Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo, diproyeksikan akan langsung merasakan dampak positif dari normalisasi ini.

Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Bojonegoro atas realisasi proyek tersebut. Menurutnya, pengerukan sedimen ini akan menjadi solusi jangka panjang yang sangat dinantikan oleh para petani.

“Pengerukan sedimen akan memperlancar aliran air sehingga daya tampung sungai meningkat ketika musim hujan datang. Dampaknya, distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal dan mampu mengurangi risiko kekeringan di sejumlah desa,” ujar Ik

Ia berharap infrastruktur yang dibenahi ini dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. “Harapan kami, normalisasi ini menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian.

Ketika musim hujan tiba, air dapat mengalir lebih lancar menuju areal persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” pungkasnya.