Pemerintahan

Inovasi TBC Bojonegoro Masuk Top 45 Jawa Timur: “PELTU Tatang” Dorong Deteksi dan Penemuan Kasus

liputanbojonegoro637
×

Inovasi TBC Bojonegoro Masuk Top 45 Jawa Timur: “PELTU Tatang” Dorong Deteksi dan Penemuan Kasus

Sebarkan artikel ini
454CC908 C72E 4B2B 8D4C 1893C2122752

Liputanbojonegoro.com, Surabaya, 12 Desember 2025 — Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan. Inovasi Pelayanan Terpadu Tuberkulosis (PELTU) Tatang milik Puskesmas Temayang resmi masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur (KOVABLIK) 2025, setelah sebelumnya sukses lolos seleksi Top 99.

Pengumuman yang disampaikan pada Jumat, 12 Desember 2025 di Fairfield Hotel Marriot Surabaya ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam percepatan eliminasi TBC. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Inovasi Berbasis Kader untuk Deteksi Dini TBC

Kepala Puskesmas Temayang, dr. Bayu Linuwih, menjelaskan bahwa PELTU Tatang adalah inovasi yang berfokus pada pemberdayaan kader untuk memperkuat deteksi dini kasus TBC di masyarakat. Inovasi ini menggunakan pendekatan “jemput bola”, di mana kader secara aktif melakukan pemantauan, mulai dari identifikasi keluhan batuk, kunjungan rumah, pengambilan sampel dahak, hingga pendampingan pengobatan.

Inovasi ini mencakup empat layanan terpadu utama:

1. PELTU Dedi Ke Batu Bersama Kader
Deteksi dini keluhan batuk melalui kunjungan rumah, identifikasi terduga TBC, dan edukasi masyarakat.

2. PELTU Sule Sangu Es Teler
Pengambilan dahak secara cepat dan langsung oleh petugas untuk kemudian diperiksa melalui TCM (Tes Cepat Molekuler).

3. PELTU Pulo Koordinasi di LP
Pelayanan terpadu bagi pasien TBC positif melalui koordinasi lintas program dan lintas sektor, termasuk edukasi Kesehatan Lingkungan (KESLING) untuk memutus penyebaran di rumah dan lingkungan sekitar.

4. PELTU Amin Baru WA
Pengawasan minum obat pasien melalui grup WhatsApp yang melibatkan kader, pasien, dan petugas puskesmas agar terapi berjalan terpantau selama enam bulan penuh.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, implementasi PELTU Tatang membawa peningkatan signifikan pada capaian program TBC di wilayah Puskesmas Temayang.

Data Capaian 2021–2025

Sebelum Inovasi PELTU Tatang:
• Capaian terduga TBC: 95,16%
• Capaian penemuan TBC: 46,58%

Setelah Inovasi PELTU Tatang:
• Capaian terduga TBC: 97,23% (meningkat 2,07%)
• Capaian penemuan TBC: 69,29% (meningkat 22,71%)

Peningkatan drastis sebesar 22,71% dalam penemuan kasus TBC ini membuktikan bahwa inovasi PELTU Tatang efektif dalam memperluas akses pemeriksaan TCM dan mempercepat deteksi pada masyarakat dengan gejala batuk lebih dari dua minggu.

Komitmen Pemerintah Daerah untuk Replikasi

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah.

“Kami sangat bangga dengan hadirnya inovasi PELTU Tatang dari Puskesmas Temayang. Inovasi ini tidak hanya memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak besar bagi penanggulangan TBC,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk segera memperluas replikasi inovasi PELTU Tatang di seluruh wilayah kerja puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro. Harapannya, langkah ini mampu mempercepat penurunan kasus TBC, memutus rantai penularan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bebas TBC. (Prokopim)