PemerintahanPendidikan

Lima Bulan Berjalan, Sekolah Rakyat Bojonegoro Berhasil Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak Rentan

liputanbojonegoro637
×

Lima Bulan Berjalan, Sekolah Rakyat Bojonegoro Berhasil Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak Rentan

Sebarkan artikel ini
C0712C4A 083B 4D1C A4BD 577D4C480832

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pendidikan bukan sekadar ruang belajar, melainkan jembatan harapan bagi anak-anak yang sempat tertinggal. Semangat inilah yang melandasi pertemuan penuh keharuan antara Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, bersama Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dan Wakil Bupati Nurul Azizah pada Rabu (21/1/2026).

Dalam dialog penuh keharuan tersebut, program ini dinilai sukses menjadi jembatan harapan bagi anak-anak yang sempat tertinggal secara pendidikan dan ekonomi.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, serta para guru dan orang tua siswa.

Sejak mulai beroperasi pada 9 Agustus 2025, Sekolah Rakyat Bojonegoro menunjukkan perkembangan signifikan dalam kurun waktu lima bulan. Anak-anak dari keluarga rentan sosial kini mulai menemukan kembali kepercayaan diri dan kedisiplinan mereka.

“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan dengan baik. Anak-anak semakin betah dan mulai menunjukkan prestasi sesuai minat bakatnya,” ujar Mensos Saifullah Yusuf. Ia menekankan bahwa sekolah ini bukan sekadar mengejar nilai akademik, melainkan ruang untuk memanusiakan manusia melalui empati dan karakter.

Dampak nyata program ini dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Ibu Sri Asih dari Desa Sidomulyo. Ia menceritakan perubahan drastis putranya, Aji Supangat, yang kini menempuh jenjang SMA.

“Dulu anak kami kurang disiplin, sekarang jauh lebih tertib dan bertanggung jawab. Sebagai istri penganyam bambu dengan penghasilan tidak menentu, program ini sangat meringankan beban kami,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Ibu Mutmainah, warga Desa Bareng. Dengan tanggungan empat orang anak, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi atas beratnya biaya pendidikan yang selama ini ia pikul.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan program ini sebagai implementasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Yang terpenting adalah anak-anak merasa nyaman untuk berkembang. Kami memberikan dukungan penuh agar mereka bisa meraih cita-cita meskipun dalam keterbatasan,” tegas Bupati Setyo.

Mensos menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat kini telah tersebar di 166 titik secara nasional. Program ini dirancang terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA, bahkan mencakup:

• Akses Beasiswa: Fasilitas menuju perguruan tinggi.

• Kesiapan Kerja: Pelatihan di bidang teknologi, kesehatan, dan kewirausahaan.

• Pemberdayaan Keluarga: Dukungan perbaikan hunian dan pendampingan sosial bagi orang tua siswa.

Melalui pendekatan yang inklusif, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa tertinggal bukan berarti gagal. Negara hadir untuk memastikan bahwa dari kondisi tersulit sekalipun, tunas-tunas bangsa tetap memiliki hak untuk bermimpi besar. (Prokopim)