Pemerintahan

Kunjungi Bojonegoro, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi DTSEN

liputanbojonegoro637
×

Kunjungi Bojonegoro, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi DTSEN

Sebarkan artikel ini
152A1D86 0D69 4D1F AFF6 E37D3E83D666

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menghadiri acara Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).

Dalam kunjungannya, Mensos ke Bojonegoro menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi utama pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, unsur Forkopimda, serta seluruh camat dan kepala desa se-Kabupaten Bojonegoro.

Kedatangan rombongan Mensos disambut hangat dengan penampilan siswa-siswi Sekolah Rakyat Bojonegoro. Uniknya, para siswa menyampaikan kata sambutan dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Arab, yang dilanjutkan dengan pembacaan puisi serta paduan suara dari pilar-pilar sosial setempat. Setelah rangkaian acara di pendopo, Mensos dijadwalkan meninjau langsung aktivitas di Sekolah Rakyat.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan mandat strategis dalam penanganan masalah sosial yang harus dijalankan secara terpadu:

1. Perlindungan Sosial: Melalui penguatan DTSEN sebagai basis data utama.

2. Rehabilitasi Sosial: Salah satunya melalui program Sekolah Rakyat untuk merangkul kembali sekitar 4 juta anak usia sekolah yang putus sekolah.

3. Pemberdayaan Sosial: Memastikan bantuan sosial (bansos) diberikan secara tepat sasaran agar mampu mengubah taraf hidup penerimanya.

“Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Saya berharap pertemuan ini produktif dan menghasilkan langkah konkret. Semua program harus kita sukseskan dengan berbasis data yang akurat dari level RT hingga desa,” ujar Gus Ipul.

Menanggapi arahan Mensos, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan berbasis data. Ia menginstruksikan seluruh kepala desa agar tidak lagi menggunakan pendekatan subjektif dalam menentukan penerima bantuan.

“Kepala desa harus berbasis data, bukan karena suka atau tidak suka. Alhamdulillah, di Bojonegoro kita sudah mulai menerapkan pendekatan berbasis data melalui DTSEN agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ungkap Bupati Wahono.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga fokus pada program kemandirian ekonomi, seperti program Gayatri. Program ini bertujuan memberikan tambahan penghasilan dan paket usaha bagi masyarakat, sehingga mereka tidak terus-menerus bergantung pada bantuan sosial.

“Kami ingin memberikan masyarakat tidak hanya bansos, tetapi juga paket usaha agar mereka bisa berpikir mandiri dan berdaya secara ekonomi,” pungkasnya.